Paus Leo XIV Tutup Porta Santa, Tahun Jubelium Pengharapan 2025 Resmi Berakhir

Mereka berasal dari 185 negara, dengan keterlibatan sekitar 7.000 relawan yang mendukung berbagai kegiatan Yubelium.

Paus Leo XIV menutup Porta Santa (Pintu Suci) di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Selasa, 6 Januari 2026. (istimewa)

SEPUTARBABEL.COM, VATIKAN Tahun Jubelium Pengharapan 2025 resmi ditutup. Paus Leo XIV menandai berakhirnya Tahun Suci tersebut dengan menutup Porta Santa (Pintu Suci) di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Selasa, 6 Januari 2026 pukul 10.00 waktu setempat.

Upacara berlangsung sederhana dan khidmat, dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi Hari Raya Epifani Tuhan yang diikuti sekitar 5.800 umat, termasuk anggota Korps Diplomatik yang terakreditasi di Takhta Suci.

Selama lebih dari satu tahun, suasana ziarah mewarnai Vatikan dan tiga basilika utama lainnya, yakni Basilika Santo Paulus di Luar Tembok, Basilika Santo Yohanes Lateran, dan Basilika Santa Maria Maggiore.

Doa-doa serta nyanyian dalam berbagai bahasa terdengar setiap hari, mencerminkan keberagaman para peziarah dari berbagai penjuru dunia, mulai dari Eropa, Amerika, Asia hingga Afrika, termasuk dari Indonesia.

Uskup Agung Rino Fisichella, Pro-Prefek Dikasteri Evangelisasi, mengungkapkan bahwa sepanjang Tahun Jubelium hampir 33,5 juta peziarah datang ke Roma.

Mereka berasal dari 185 negara, dengan keterlibatan sekitar 7.000 relawan yang mendukung berbagai kegiatan Yubelium.

Menariknya, di tengah anggapan menurunnya kehidupan religius di Eropa, data menunjukkan bahwa 62 persen peziarah justru berasal dari benua tersebut.

Amerika Utara menyumbang sekitar 17 persen, sementara sisanya datang dari berbagai kawasan dunia. Italia menjadi negara dengan jumlah peziarah terbanyak, disusul Amerika Serikat, Spanyol, Brasil dan Polandia.

Tahun Jubelium Pengharapan sendiri dibuka pada 24 Desember 2024 oleh Paus Fransiskus dengan membuka Porta Santa Basilika Santo Petrus.

Dalam bulla Spes non Confundit (Pengharapan Tidak Mengecewakan), Paus Fransiskus menegaskan bahwa harapan merupakan kerinduan terdalam manusia akan masa depan yang baik, meskipun kerap dibayangi ketidakpastian, kecemasan, dan keraguan.

Jubelium diharapkan menjadi momentum pembaruan harapan di tengah dunia yang kerap diliputi pesimisme.

Tradisi Tahun Jubelium berakar sejak tahun 1300, ketika Paus Bonifasius VIII menetapkannya sebagai Tahun Suci pertama.

Awalnya dirayakan setiap 100 tahun, namun sejak 1475, atas keputusan Paus Sixtus IV, perayaannya dilakukan setiap 25 tahun hingga kini.

Prosesi penutupan Porta Santa mengikuti tata cara yang telah disederhanakan sejak 1975. Diiringi antifon O Clavis David, Paus Leo XIV berlutut sejenak di ambang pintu sebelum menutup daun pintu perunggu Basilika Santo Petrus.

Dalam doa penutup, Paus menegaskan bahwa meski Pintu Suci ditutup, pintu rahmat Allah tetap terbuka bagi umat manusia.

Menurut Paus Leo XIV, penutupan Porta Santa menandai berakhirnya arus peziarah pengharapan yang melangkah menujuYerusalem Baru”, simbol kota Allah yang pintunya senantiasa terbuka bagi semua orang.

Usai prosesi tersebut, Paus memimpin Misa Epifani Tuhan. Dalam homilinya, Paus menekankan bahwa tempat-tempat suci tidak boleh menjadi monumen mati, melainkan harus memancarkan kehidupan dan harapan.

Ia mengajak Gereja untuk terus menjadirumahbagi umat, agar mampu melahirkan apa yang disebutnya sebagaigenerasi fajar baru”.

Dengan berakhirnya Tahun Jubelium Pengharapan bertema Peregrinantes in Spem (Penziarah Pengharapan), Paus Leo XIV mengajak umat untuk terus melanjutkan ziarah iman di dunia yang dilanda krisis dan konflik, dengan harapan yang berakar pada kasih Allah yang hadir dalam kemanusiaan. (*/SeputarBabel.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *