Bangka, Seputarbabel.com – Gelombang dukungan terhadap beroperasinya Kapal Isap Produksi (KIP) pada lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Timah di laut Matras kembali bergulir. Dukungan kali ini berasal dari perwakilan nelayan, pemuda dan masyarakat pesisir dari 3 Lingkungan berbeda. Perawakilan dari Lingkungan Air Hanyut, Kampung Pasir dan Jalan Laut ini membacakan pernyataan sikap, Sabtu (31/10/2020) di pantai Parit 40, Kelurahan Sinar Jaya, Jelutung.
Aksi dukungan dilakukan masyarakat tadi, hanya menghadirkan perwakilan dari elemen masyarakat di lingkungan saja. Karena saat ini penyebaran virus corona tidak memungkinkan mereka melakukan mobilisasi massa. Akan tetapi aspirasi perlu disampaikan, sehingga membacakan pernyataan sikap tadi jadi pilihan.
“Semua ini untuk kepentingan Negara, PT Timah itu perusahaan negara, DU 1555 itu IUP PT Timah dan sudah kewajibannya untuk mengeksplorasi SDA yang ada di situ karena di bekali legalitas yang jelas sesuai dengan regulasi perizinan yang ada di Indonesia” ungkap masyarakat dari Lingkungan Air Hanyut ini.
Di tempat yang sama, Res seorang nelayan Air Hanyut mengatakan bahwa daerah, IUP PT Timah, dalam DU 1555 itu bukan area tangkap mereka. “Kami melaut untuk mancing ikan atau cumi itu di 14-15 mil, bahkan ada yang di atas 20 mil. Jadi tidak ada rebutan tempat operasi antara nelayan dan KIP,” kata Res.
Joko dari Lingkungan Kampung Pasir, menjelaskan jika KIP yang akan beroperasi di Matras punya perizinan lengkap dan legal. “Saya menghimbau kepada pihak pihak lain janganlah membuat statement dan mengarahkan hal bersifat provokatif, apa sih yang mau di lawan, ini legal dan untuk kepentingan negara. Kan ada juga kompensasi bagi masyarakat pesisir, kan bermanfaat juga untuk ekonomi masyarakat kecil,” jelasnya
Rein Barza alias Black pemuda Lingkungan Air Hanyut meminta kepada kepolisian untuk menindak tegas pihak yang berupaya memprovokasi. Sehingga suasana kondusif terkait beroperasinya KIP mitra PT Timah tersebut membuat suasana jadi tidak tenang.
“Tangkap saja pak polisi para provokator itu, karena masyarakat sudah menanti dan sangat berharap KIP bisa beroperasi di perairan Matras karena akan meningkatkan perekonomian di masa pandemi Covid,” pintanya.













