Langkah Capai Target Rp 1,2 T

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Target laba bersih PT Timah Tbk (tins) tahun 2019, Rp 1,2 triliun naik 125,83 % dibanding laba bersih 2018, Rp 531,35  miliar. Beberapa strategi untuk merealisasikan keuntungan 100 miliar setiap bulannya, telah dirancang anggota Holding BUMN Pertambangan ini. Tentu saja target ini mempunya dasar, dimana prediksi penjualan dan harga timah dunia tahun ini akan sangat bagus.

Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani menambahkan,  manajemen optimis kinerja PT Timah pada tahun 2019 akan meningkat. Faktornya adalah membaiknya tata kelola pertimahan di Indonesia. “Ini sejalan dengan membaiknya tata kelola pertimahan di Indonesia, terutama dengan dukungan regulasi dari pemerintah,” jelas Riza.

Dari 6 strategi agar perolehan laba bersih perusahaan mencapai Rp 1,2 triliun pertahun, sinergi bisnis dan operasi dengan sesama anggota holding dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di internal diantaranya. Lalu meningkatkan besar modal kerja yang murah untuk menunjang keseluruhan aktivitas operasional bisnis.

Tahun ini belanja modal atau capital expenditure (capex) dianggarkan, Rp 2,58 triliun mencakup induk dan anak perusahaan. Belanja modal tersebut meningkat dari realisasi capex tahun 2018 yang sebesar Rp 1,18 triliun dari total anggaran capex Rp 2,3 triliun.

Dari belanja modal tadi, PT Timah akan meningkatkan teknologi produksi logam, sehingga dapat mempercepat produksi bijih timah menjadi logam. Pada tahapan ini selain peningkatan kapasitas, produktivitas, efektivitas dan efisiensi di seluruh mata rantai produksi. PT Timah akan melanjutkan pembangunan smelter dengan teknologi fuming yang dapat memproses kembali tin slag (non valued material).

Saat ini tanur milik PT Timah di Pusmet Muntok dan Kundur, belum bisa memproduksi biji timah kadar rendah. Sehingga dengan teknologi Ausment proses produksi kadar biji timah antar 40 – 60 % dapat dilakukan. PT Timah sendiri akan meningkatkan kapasitas produksi di dua lokasi peleburan milik mereka tadi. Strategi ini merupakan langkah manajemen agar harga pokok penjualan, dapat lebih rendah.

Kemudian meningkatkan kapasitas dan kapabilitas penjualan, pada target pasar dunia potensial. Langkah tersebut akan ditempuh dengan membuka kantor pemasaran dekat dengan pasar potensial tadi. Berbagai langkah perusahaan terkait menempatkan kantor pemasaran tadi, akan menjadi urusan anak perusahaan mereka yang memang dipersiapkan untuk itu.

Barulah terakhir disisi cadangan, selain PT Timah memili cadangan aluvial per Oktober 2018 sebesar 415.358 ton. Dimana cadangan tadi diperkirakan hanya bertahan sampai 10 tahun ke depan. Saat ini PT Timah sudah dipastikan memiliki cadangan timah di Nigeria, guna dieksplorasi dan diproduksi.  PT Timah memang sudah melakukan pencarian cadangan di luar negeri sejak tahun 2017.

Riza pun mengatakan jika meningkatnya kinerja perusahaan, tahun 2018 merupakan gambaran akan sangat membaiknya perusahaan tahun ini. Produksi akan mampu menyuplai bahan baku, dengan mengoptimalkan sumber daya lewan kinerja keuangan mampu menekan harga pokok produksi.  “Strategi peningkatan kinerja telah dilaksanakan secara konsisten. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan kinerja keuangan maupun kinerja operasi,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *