PANGKALPINANG- Masyarakat Tionghoa saat ini sedang sibuk mempersiapkan Cheng Beng atau bersembahyang (Ziarah kubur) sesuai ajaran Khong hu cu.
Ritual Cheng Beng dilaksanakan pada hari ke 104 setelah titik balik matahari di musim dingin. Pada umumnya dirayakan pada tanggal 4 April atau 5 April pada tahun Kabisat
Saat kami temui Awen salah warga Tionghoa dikota Pangkalpinang yang sedang sibuk membersihkan kuburan atau pendem para leluhur mereka yang sudah dikebumikan selama ratusan tahun di pekuburan Sentosa kota Pangkalpinang
“Hampir setiap tahun kami orang khong hu cu melakukan sembahyang untuk menghormati para leluhur kami,” katanya. Selasa,(3/4/2018)
Ia juga menyebutkan ritual cheng beng hampir sama dengan budaya orang melayu atau agama Islam disebutkan Ruwahan.
“Kami sangat menghormati para leluhur kami, ini sesuai dengan ajaran agama khong hu cu. Setiap tanggal 4 April atau 5April setiap tahunnya,” ungkapnya
Tidak hanya itu saja saudara saudara kami yang berada diluar kota juga akan menghadiri ritual Cheng Beng tersebut. Ini sebuah bukti bahwa kami sangat menghormati para leluhur kami walaupun kami berada dimana pun.
“Hampir setiap tahun, keluarga kami yang tinggal diluar pulau Bangka, akan datang walaupun mereka tinggal diluar negeri sekalipun,” Sebutnya
Awen juga menjelaskan bahwa hampir setiap tahunnya masyarakat cina akan datang ke pekuburan Sentosa. Biasanya mereka datang sangat pagi sebelum matahari terbit.
“Pemakaman Sentosa adalah Pekuburan Cina terbesar di Asia tenggara,” cetusnya












