Ini Alasan Pelaku UMKM Jadi Mitra Binaan PT Timah

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Total penyaluran dana bergulir program kemitraan CSR PT Timah Tbk, triwulan IV tahun 2020 Rp 12,291 miliar. Apa alasan pelaku usaha mikro kecil menengan (UMKM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengajukan sebagai mitra binaan anggota Mind Id ini. Kesimpulan mereka, bukan sekedar dapat dana pinjaman melainkan tambahan modal usaha.

Sehingga dengan dana bergulir ini pelaku UMKM dapat menjalankan usahanya dengan penambahan modal yang harapanyan akan menambah pendapatan. Nelayan Batu Berigak, Endang Setiawan tertarik memanfaatkan program ini agar hasil tangkapannya meningkat. Karena biaya administrasi ringan dibanding pinjaman modal lainnya.

Baca : PT Timah Dorong Pelaku UMKM

Baca : Dana Bergulir Bagi Nelayan

Nilai penyaluran dana bergulir yang ia terima Rp 100 juta, bila menggunakan nila cicilan sama, dengan meminjam di bank baru dilunasi 3 tahun. Dengan menjadi mitra usaha PT Timah nilai cicilan tadi bisa dilunasi hanya 24 kali pembayaran.

Nelayan Kabupaten Bangka Tengah ini akan membeli  kapal, alat tangkap dan lampu. “Dana bergulir CSR PT Timah ini ringan, persyaratan juga engga rumit sangat membantu semoga dengan banyak bantu pelaku usaha makin banyak yang mendoakan PT Timah,” tuturnya.

Arya Saputra sudah menjadi mitra binaan PT Timah Tbk sebelumnya, ia pun menambah permodalan. Mengajukan dana bergulir ia lakukan agar usahanya berkembang. Pelaku kerajinan akar bahar ini mengaku produknya kerab dibeli PT Timah. “Banyak sekali, tidak hanya bantuan modal kita juga dibina di ajak pameran dan diberikan tempat untuk memasarkan produknya seperti di Tins Gallery,” tuturnya.

Tidakhanya Arya, pelaku usaha rumah makan di Pangkalpinang, Sumanto ini punya alasan memilih dana bergulir CSR PT Timah. Guna mendapat modal usaha, karena akibat pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19. Usaha dirintisnya terpaksa mengurangi pengurangan karyawan. “Dari 5 sekarang 2,” ujarnya.

Modal tambahan sangat ia perlukan, bukan hanya karena penurunan pendapatan akibat pandemi. Sejumlah peralatan juga harus diganti, karena sudah susut dan harus diganti. Karena itu ia mengajukan modal 200 juta, walau hanya disetujui 70 juta.  “Iya itu yang membuat kita bisa bernafas, kalau bulan ini dapatnya, Maret baru pembayaran pertama,” jawab Sumanto.

Dilaporkan Kepala Divisi CSR PT Timah Tbk Rendi Kurniawan, di Graha Timah pagi tadi pagi. Berkas proposal diajukan 247 UMKM total nilai Rp 20 Miliar, di triwulan IV pun digulirkan kepada 241 pelaku UMKM. “Setelah dilakukan verifikasi dan survei dari kawan divisi CSR, berhasil divalidasi hanya 241 mitra binaan dengan total penyaluran dengan 7 sektor penerima,” paparnya.

PT Timah punya tiga program CSR unggulan, Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) dan Program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). “Dana bergulir adalah bentuk komitmen BUMN untuk turut andil memberikan kontribusi kepada pelaku UMKM dan Koperasi,” kata Rendi dalam laporan.

Penerima dana begulir menjadi 7 sektor yakni Industri senilai Rp 1,230 miliar dengan penerima 20 UMKM. Sektor Perdagangan senilai Rp 7,421 penerima 147 UMKM, Perkebunan senilai Rp 875 juga penerima 15 UMKM, Peternakan senilai Rp 310 diterima 6 UMKM, Perikanan senilai Rp 1,290 miliar diterima 27 UMKM, Jasa senilai Rp 1,215 dan satu sektor Pertanian dengan nilai Rp 60 juta.

Penerima tersebar di wilayah Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Riau dan Babel dengan jumal terbesar. Yakni Kota Pangkalpinang sebanyak 30 UMKM total penyaluran Rp 2,116 miliiar, Bangka Induk 33 UMKM total penyaluran Rp 1,890, Bangka Barat 14 UMKM total penyaluran Rp 815, Bangka Tengah 58 UMKM total penyaluran Rp 2,940 miliar.

Bangka Selatan 35 UMKM total penyaluran Rp 1,610 miliar, Belitung 7 UMKM total penyaluran Rp 515 juta, Belitung Timur 6 UMKM total penyaluran Rp 310 juta, Karimun Kundur 18 UMKM total penyaluran Rp 1,030 miliar dan Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 40 UMKM total penyaluran Rp 1,265 miliar.

Plt Kepala Dinas ESDM Amir Syahbana mewakili Gubernur Babel, selain memberi apresiasi karena sejalan dengan program Pemprov Babel. “Kepada mitra binaan saya harapkan bantuan ini digunakan sebagaimana mestinya. Digunakan untuk hal produktif, ini bergulir pembayarannya harus. Sehingga nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat babel lainnya,” pintanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *