Hadiri Peresmian Mushola Al-Mahyra, Mulkan Ajak Warga NU Bersatu

Calon bupati bangka, H.Mulkan SH,MH, memghadiri peresmian Mushola Al-Mahyra Jelitik, Jazz Segio

Bangka,Seputarbabel.com – Calon Bupati Bangka, H.Mulkan, SH, MH, menghadiri peresmian Mushola Al-Mahyra di Kelurahan Jelitik, Kota Sungailiat, pada Rabu (2/10/2024).

Dalam acara tersebut, Mulkan mengajak seluruh pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Bangka untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat silaturahmi.

“Silaturahmi dan ramah tamah seperti ini harus terus diperkuat, terutama bagi pengurus NU di Bangka. Jangan sampai terpecah hanya karena kesalahpahaman komunikasi,” ujar Mulkan.

Mulkan, yang juga menjabat sebagai Penasehat NU, menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama dalam memajukan daerah. Sebagai kabupaten pertama di Pulau Bangka, Kabupaten Bangka memiliki posisi penting yang harus dijaga agar tidak tertinggal dari daerah lain.

“Kita harus berpikir sehat dan rasional. Jika masih berpikir lambat, akan berdampak pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Jangan berpikir secara emosional,” imbuhnya.

Calon Bupati Bangka,Mulkan SH.MH, tengah saat foto bersama dengan ibu-ibu, waktu peresmian Mushola, Al-Mahyra kelurahan jelitik, Rabu, Jazz Sergio 

Mulkan juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya fokus pada kekurangan pemimpin. Menurutnya, memilih pemimpin yang salah dapat merusak proses pembangunan dan kemajuan daerah. Ia menekankan bahwa niatnya mencalonkan diri kembali adalah untuk melanjutkan pembangunan yang telah dimulai.

“Memimpin daerah ini penuh tantangan, namun saya masih berjiwa besar dan punya keinginan kuat untuk membangun Bangka. Tanpa berada dalam sistem pemerintahan, saya tidak akan bisa memperjuangkan kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Sebagai bagian dari kampanyenya, Mulkan juga mengajak warga NU untuk mendukungnya pada Pilkada mendatang dengan memilih kolom yang bergambar dirinya. Ia memperingatkan bahwa memilih kolom kosong akan berdampak negatif pada perkembangan daerah.

“Mari kita perkuat organisasi NU ini. Perbedaan pendapat dan pilihan adalah hal biasa dalam demokrasi, namun jangan berpikir emosional agar hasilnya baik,” tutup Mulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *