https://seputarbabel.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231120-WA0032.jpg

Gubernur Babel Undang Keluarga Australia Korban Perang dunia kedua

Pangkalan Baru- Perkumpulan Sukarelawan Sejarah Muntok (Muntok History Volunteers) bersama rombongan dari Australia. Noyce, Mathew Barclay, Judy Campbell, Arlene Bannett dan Bryce bird. Bertemu dengan Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman.

Saat ditemui salah satu pendiri perkumpulan Sukarelawan Sejarah Muntok, Bambang Prayudi yang mendampingi hampir setiap tahun kedatangan Wisatawan dari Australia tersebut mengatakan.

“Setiap tahun kami selalu mendapatkan informasi tentang kedatangan rombongan wisatawan Australia tersebut. Kedatangan mereka dalam rangka menggenang jasa nenek moyang mereka yang di bantai oleh sekutu Jepang pada perang dunia kedua,” katanya

Kejadian pembantai warga sipil dan perawatan Australia terjadi di pantai Rajik atau teluk lingis di daerah Muntok.

“Sebuah kapal Van De brok di bom oleh tentara Jepang saat melintas di wilayah Muntok. Alhasil banyak warga sipil dan perawatan Australia terbunuh dalam kejadian kelam tersebut,” Jelasnya saat ditemui di Rumah makan Gale-Gale. Sabtu malam,(17/2).

Peristiwa Pembantai tersebut telah membunuh Warga sipil dan perawatan Australia terbunuh hampir setiap tahunnya diperingati oleh anak dan keturunan dari korban pembantaian kelam tersebut.

“Sudah setiap tahun pada tanggal 16 Februari keluarga dan keturunan dari korban pembantaian kelam perang dunia kedua tersebut datang ke Muntok,” ungkap Bendahara Perkumpulan Sukarelawan Sejarah Muntok tersebut.

Gubernur Babel Erzaldi Rosman menyikapi dengan serius mengenai hal tersebut, dirinya langsung membuat sketsa dan memanggil salah satu stafnya untuk membangun monumen dan museum sejarah pembantaian kelam pada perang dunia kedua tersebut.

“Tadi,kita sudah berkomunikasi langsung dengan keluarga dan keturunan dari Australia tersebut, kita akan segera menyiapkan lahan untuk monumen dan museum sejarah pembantaian kelam warga sipil dan perawat Australia tersebut,” Sebutnya.

Erzaldi juga menjanjikan,kita akan membuat film sejarah tentang pembantaian warga sipil dan perawat Australia tersebut.

“Ini peluang promosi pariwisata Babel khususnya Muntok, sayang monumen kedatangan puluhan warga Australia tersebut jika tidak dimanfaatkan oleh pemerintah daerah,”akhirnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *