SEPUTARBABEL.COM, BELITUNG – Bupati Belitung, H Djoni Alamsyah Hidayat membuka Festival De’ Belantu ditandai pemukulan gong di lapangan sepakbola Desa Bantan, Kecamatan Membalong pada Rabu, 28 Januari 2026.
Festival ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa sekaligus pelestarian budaya lokal.
Dalam sambutannya, Djoni menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi harus tumbuh dan berkembang dari desa.
Menurutnya, desa memiliki peran strategis sebagai penyangga utama, khususnya dalam sektor pangan dan perekonomian masyarakat.
“Kita ingin masyarakat desa memiliki kepercayaan diri, semangat, dan keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi juga bisa lahir dari desa, bukan hanya dari kota,” ujar Djoni.
Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Belitung menargetkan pertumbuhan sektor pariwisata sebesar 20 persen, dengan kontribusi signifikan berasal dari desa-desa.
Melalui kegiatan seperti Festival De’ Belantu, diharapkan wisatawan tidak hanya berkunjung ke destinasi utama, tetapi juga masuk ke desa sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Ketika wisata masuk ke desa, UMKM akan bergerak, ada konsumen, dan roda ekonomi masyarakat ikut berputar,” katanya.
Meski mengakui keterbatasan anggaran yang dihadapi desa-desa, Djoni menekankan pentingnya menjaga kreativitas dan inovasi.
Ia menyebut kehilangan semangat dan daya cipta jauh lebih berbahaya dibanding keterbatasan dana.
“Kehilangan anggaran bukan yang paling berat. Yang paling berat adalah jika kita kehilangan kreativitas dan semangat. Itu yang tidak boleh terjadi,” tegasnya.
Bupati juga mengaitkan festival ini dengan visi Pemerintah Kabupaten Belitung untuk mewujudkan Belitung yang maju, berinovasi dan berkelanjutan sebagai kawasan maritim modern di wilayah barat.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan Festival de’ Bellantu di desa yang dinilai mampu memicu perekonomian lokal melalui pemberdayaan UMKM, mempererat silaturahmi, memperkuat gotong royong, serta melestarikan budaya daerah.
Sepanjang tahun 2025, Pemkab Belitung telah menggelar berbagai festival tahunan yang menonjolkan pariwisata dan budaya pesisir, seperti Festival Pesona Belitung Beach, Festival Payung Lilin, Festival Batu Mentas dan Festiva Literasi Belitung.
Djoni berharap kegiatan tersebut menjadi pemicu bagi desa-desa lain untuk terus berkreasi dalam mengembangkan UMKM dan potensi lokal.
“Kuatan kabupaten dimulai dari desa. Mari berkolaborasi, memanfaatkan potensi lokal dan menjadi pendukung keberhasilan pembangunan daerah,” ujarnya.
Festival De’ Belantu sendiri menjadi wadah hiburan sekaligus promosi potensi lokal Desa Bantan dan wilayah Membalong.
Berbagai kesenian tradisional yang hampir punah seperti beripat beregong, berebut lawing, campak darat, lesung batang, hingga campak selendang mayang kembali ditampilkan dalam festival ini.
Penanggungjawab Festival De’ Belantu, Wahyu Afandi kepada BilitonNews.co mengatakan Festival De’ Belantu dirancang khusus untuk mengangkat kearifan lokal masyarakat Belantu serta membangkitkan kembali seni budaya warisan leluhur yang mulai ditinggalkan.
“Melalui festival ini, kita ingin mengenang masa lalu sekaligus membangkitkan kembali gairah kesenian lokal masyarakat Membalong,” ujarnya.
Festival yang berlangsung selama lima hari lima malam ini juga menghadirkan bazar UMKM dari sejumlah desa, seperti Desa Padang Kandis, Gunung Riting dan Desa Bantan.
Produk-produk lokal, khususnya hasil laut dengan kemasan khas, mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Rangkaian acara festival dimeriahkan dengan berbagai hiburan rakyat dan pertunjukan musik. Mulai dari penampilan musik Marcel, Gradasi Band, hingga Ets Music.
Selain itu, kegiatan jalan santai massal pada hari terakhir berhasil menarik hampir 2.000 peserta dan disebut sebagai pemecah rekor jumlah peserta di Belitung.
Wahyu berharap Festival De’ Belantu dapat dijadikan agenda tahunan, mengingat besarnya antusiasme masyarakat.
Ia menilai kegiatan sebesar ini sebelumnya belum pernah digelar di Kecamatan Membalong dan menjadi bentuk kepedulian terhadap pemerataan hiburan serta penguatan ekonomi masyarakat desa. (SeputarBabel.com/tedja pramana)








