SEPUTARBABEL.COM – BELITUNG, Solar subsidi buat nelayan di SPBN Desa Padang Kandis diduga digelontor buat ngasih makan mesin tambang timah. Nama Sopian, warga Dusun Air Buntar, kembali diseret ke pusaran.
Dari data yang dihimpun http://babelterkini.com, Sopian bukan cuma pegang SPBN Padang Kandis. Dia juga punya pertashop dekat tambak udang Membalong, lahan tambang timah di Air Buntar, bahkan kebun sawit yang katanya nemplok di IUP PT Timah. Lengkap. Dari hulu sampai hilir.
Nah, masalahnya ada di sini: Warga curiga solar subsidi yang harusnya buat nelayan malah ditimbun di gudang belakang rumah Sopian.
“BBM itu diduga ditampung dulu di gudang belakang rumahnya. Minyak itu untuk aktivitas tambang,” kata sumber yang minta namanya disembunyiin.
Pengakuan serupa keluar dari warga berinisial NI. Katanya lokasi tambang timah Sopian nggak jauh dari rumah.
“Tambang timah dia di Air Buntar, masuk dari jalan lapangan bola,” ujar NI, Rabu (13/5/2026).
Yang bikin publik makin panas: Sopian disebut dekat sama dua orang kuat. Satu anggota DPRD Provinsi Babel, satu lagi mantan anggota DPRD Belitung. Kedekatan ini yang bikin warga curiga kasusnya bisa “adem” lagi.
Sampai berita ini naik, Sopian bungkam. Konfirmasi sejak Selasa (12/5/2026). nggak digubris. Polres Belitung dan Ditreskrimsus Polda Babel juga masih “upaya konfirmasi”.
Pertanyaannya sederhana: Kalau bukan buat nelayan, ngapain solar subsidi numpuk di gudang belakang rumah penambang?
Warga Membalong udah teriak. Sekarang giliran aparat buktiin, SPBN ini buat rakyat kecil atau buat ngidupin mesin tambang orang dekat penguasa. (ReD/Team)








