Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Audiensi dilakukan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di ruang Banmus DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), difasilitasi staf khusus Gubernur Babel. Mereka menyampaikan keluhan akibat LPG 3 kilogran (Kg), seperti hilang dari pasaran. Bahkan tidak mampu memenuhi konsumsi rumah tangga dan pelaku UMKM sehingga mengganggu kondisi perekonomian.
Asosiasi PKL Indonesia Babel, DPRD Babel dan Area Maneger Pertamina Patra Niaga wilayah Babel hadir memberikan angina segar, mereka menjelaskan penyebab stok LPG tergerus karena pasokan distribusi terganggu. Rapat dipimpin Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya didampingi Anggota DPRD Babel, Sardi tersebut, menghasilkan 3 poin penting.
Ini disampaikan Ketua DPRD Babel, sebelum menutup rapat. Selain distribusi LPG 3 Kg di wilayah Babel akan kembali normal 5 Februari 2026, dengan prinsip tetap sasaran. Akan dibentuk Tim Pengawasan Terpadu melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH), baik kepolisian maupun kejaksaan. “Ketiga, kita sudah dapat pastikan jika stok LPG 3 kilo akan aman pada Ramadhan dan Idul Fitri,” ungkap Didit.
Sementara itu 2 poin lainnya adalah langkah kedepan yang akan diupayakan DPRD Babel bersama dengan Gubernur Babel, Hidayat Arsani dan intansi terkait. Terkait Harga Eceran Tertinggi (HET), DPRD Babel menilai perlu ada kepastian hukum, tidak merugikan agen maupun masyarakat, terutama bagi agen dengan Pangkalan di wilayah sulit dijangkau. “Solusinya jangka panjangnya, kita DPRD bersama Gubernur Babel akan melobi pemerintah pusat agar ada semacam kilang minyak dan gas di wilayah kepulauan agar stok dan distribusi tidak tergantung. Karena terganggu pasokan saat laut dengan cuaca ekstrem,” harap Didit.
PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan dan penyaluran LPG bersubsidi di Babel kembali aman dan terkendali menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H. Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Babel, Satriyo Wicaksono menyampaikan kelangkahan LPG 3 Kg disebabkan cuaca ekstrem. Distribusi melalui jalur laut mengalami keterlambatan, akibatnya stok terganggu karena pasokan tidak bertambah.
Ia memastikan pasokan LPG akan kembali normal dalam waktu dekat, sehingga masyarakat dan khususnya agen dapat mengotrol pangkalan tidak menjual diatas harga HET. “Memang kemarin ada kendala cuaca sehingga pasokan terganggu, kapal tidak bisa jalan 3 sampai 4 hari. Stok jadi terganggu. Langkah antisipasi jangka menengah kita akan menambah pasokan satu kapal setiap bulan sebagai upaya ketahanan stok wilayah kepulauan,” paparnya.













