Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mampu bersaing dan terus meningkat pendapatan. Menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, karena dipastikan akan memperkuat perekonomian lokal. Gubernur Babel, Hidayat Arsani, Rabu (24/12/2025) resmi salurkan 94 alat pendukung produksi, digitalisasi pemasaran kepada 54 UMKM.

Gubernur menyampaikan program kali ini tidak hanya sekedar memperkuat kapasitas produks. Karena transformasi digital UMKM akan mampu memperluas akses pasar. “Ini bantuan dari rakyat dan kami kembalikan sepenuhnya untuk rakyat. Semoga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha,” ungkap Dayat, panggilan Hidayat Arsani.
Berlangsung di halaman Kantor Koperasi dan Usaha Kecil Menengan (KUKM) Pemprov Babel. Bantuan dengan total anggaran Rp 560 juta ini bersumber dari APBD Babel 2025. Diharapkan mempercepat langkah UMKM produktif dan memiliki daya saing, ditengah berbagai tantangan seperti persaingan pasar dan adaptasi teknologi. “Program ini akan terus berlanjut di tahun depan. Bantuan diberikan sesuai kebutuhan pelaku usaha,” sambung Dayat.

Ia menyampaikan, bahwa UMKM merupakan denyut nadi perekonomian Babel. Mulai dari usaha rumahan, bengkel kecil, hingga kios sederhana. Mereka pelaku usaha lokal, telah menjadi penopang ekonomi daerah, membuka lapangan kerja serta menopang kehidupan banyak keluarga.
“Saya minta pelaku UMKM tanggap terhadap informasi permodalan. Tinggal ajukan saja, tanya dengan dinas terkait. Dinas harus aktif selain melakukan pendampingan juga aktif memberikan informasi,” harap Dayat.
Gubernur juga melakukan penyerahan hadiah kepada pemenang Program Gerakan Mahasiswa Pendamping KUR (Gempur) 2025. 5 mahasiswa berasal dari Universitas Bangka Belitung (UBB), IAIN SAS dan Universitas Muhammadiyah. Total hadiah untuk Program Gempur 2025, Rp 15.400.000.
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Babel, Arie Primajaya mengatakan alat produksi yang disalurkan berbagai jenis. Beberapa diantaranya adalah peralatan usaha produksi dan pengawetan, mesin pengolahan seperti mixer, oven gas, kompor gas, pencacah kompos, penggiling daging, freezer, dan showcase.
“Ada juga untuk usaha jasa, bantuan berupa peralatan perbengkelan seperti kompresor, mesin bor, dan mesin bubut. Selain itu, turut disalurkan sarana digitalisasi berupa printer, serta peralatan pemasaran berupa etalase,” terang Arie ditemui usai acara.
Arie menambahkan, seluruh penerima manfaat bantuan UMKM telah melalui proses kurasi dan verifikasi ketat. Ini dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Babel untuk memastikan bantuan tepat sasaran, tepat guna dan tidak dipindahtangankan.













