Kantongi Pendapatan Semester I Rp 7,98 Triliun, PT Timah Optimis Membaiknya Kinerja

Kantongi Pendapatan Semester I Rp 7,98 Triliun, PT Timah Optimis Membaiknya Kinerja

Seputarbabel.com, Jakarta – Kondisi pendapatan PT Timah semester I-2020 tercatat Rp 7,98 triliun, turun akibat pandemi Covid-19. Hanya saja membaiknya harga, menunjukan kondisi positif pasar timah dunia. Menjadi landasan PT Timah optimis menghadapi perjalanan tahun ini, bahkan berbagai langkah telah dilakukan agar kondisi perseroan terus membaik.

Direktur Keuangan PT Timah Tbk Wibisono mengatakan harga timah di London Metal Exchange (LME) berangsur membaik, harga rata – rata Juni 2020 sebesar USD 17.119, naik 9% dibanding bulan sebelumnya. Sinyal positif tersebut menumbuhkan optimisme akan pulihnya pasar timah dunia setelah terpukul beberapa waktu akibat Covid‐19.

“Kami optimis bahwa harga logam timah akan pulih di semester II‐2020. Ini akan berdampak positif terhadap kinerja Perusahaan,” kata Wibisono dalam publik ekspose yang diunggah secara resmi kemarin (28/8/2020) di bursa efek indonesia.

Anggota Holding Industri BUMN Pertambangan ini merupakan produsen terbesar timah dunia. Sehingga menjadi salah satu the most preferred brand di industri pertimahan dengan trademark, terdaftar di LME. Ini menjadi keunggulan kompetitif bagi TINS untuk mewujudkan strategi new market penetration.

Melihat dari kinerja keuangan, sampai dengan Juni 2020 tercatat pendapatan PT Timah Rp 7,98 triliun, turun 18,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 9,79 triliun. Akan tetapi harga pokok produksi pun turun 13,5% menjadi Rp 7,73 trilun bila dibandingkan di 2019 sebesar Rp 8,93 triliun.

Perspektif kuartal II dibandingkan kuartal I, perbaikan juga nampak pada Gross Profit Margin (GPM) naik menjadi +3,1 %, sebelumnya ‐4,0%. Pada kuartal II tercatat laba kotor sebesar Rp 249,94 miliar atau naik signifikan dari kuartal I sebesar Rp173,6 miliar. Net Profit Margin (NPM) -4,9 % juga naik dari sebelumnya ‐9,4%. Pada kuartal II tercatat rugi bersih Rp 390,07 miliar berhasil ditekan dari posisi kuartal I sebesar Rp 412,86 miliar.

Cashflow operasi naik signifikan pada semester I‐2020, Rp 3,17 triliun dibandingkan periode yang sama tahub 2019 sebesar minus Rp 3,33 triliun. Itu merupakan indikator sehatnya finansial perseroan anggota Mind Id ini. Sehingga posisi utang bank jangka pendek mampu turun 37 % menjadi Rp 5,56 triliun, dari Rp 8,79 triliun pada 2019.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan