Total Mining PT Timah Cadangkan LTJ

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Saat ini sedang jadi perbincangan hangat, terkait Logam tanah jarang (LTJ) alias rare earth. Pilot project ektraksi monasit telah dilakukan PT Timah Tbk sejak 2016 – 2017 lalu. Belakangan rare earth element (LTJ), makin jadi primadona, karena memiliki posisi tawar bagi negara maju seperti Tiongkok dan Amerika. Total mining, diwajibkan bagi perusahaan tambang, agar pemanfaatan mineral yang ditambang sebesar – besarnya.

Menurut Direktur Niaga PT Timah Tbk, Purwoko, salah satu mineral ikutan timah mengandung LTJ adalah monasit. “Rare earth yang adanya di dalam mineral monazite yang ada di ikutan biji timah tersebut sekarang jadi primadona dan menjadi bargaining position dari beberapa negara maju seperti Cina, Amerika,” katanya Rabu (15/7/2020) malam di TINS Gallery & Boutique Resto.

Karena 97 persen produksinya dikuasai Tiongkok, padahal pemanfaatannya diserap negara – negara maju seperti Amerika dan Jepang. Sehingga mereka mencari sumber baru terkait mineral utama dari LTJ tersebut. Program Sisa Hasil Produksi (SHP) menurutnya, salah satunya untuk mendapatkan mineral pengikut dari timah tadi.

“Terkait  kenapa kita melakukan SHP yang didalamnya ada potensi beberapan mineral yang lainnya. Harapan kita adalah selain kita dapat biji timahnya, kita juga melakukan pemanfaatan dari mineral – mineral ikutan terutama rare earth atau zirkon atau lainnya. Kalau kita dari awal sudah beli yang high grade, tadi mineral – mineral lainnya tertinggal,” papar Purwoko.

Ia juga menjelaskan bicara tentang konsep pertambangan terdapat aturan ditahun 2018 lalu, bahwa setiap perusahaan tambang wajib melakukan konservasi cadangan. “Itu diwajibkan, kenapa? Intinya agar ada total mining. Sehingga apa yaang bisa ditambang itu dapat diambil manfaatnya sebanyak – banyaknya (sebesarnya, red),” jelas Purwoko.

Ditambahkan Purwoko, konservasi mineral cadangan adalah kewajiban dalam regulasi. Sehingga mengharuskan mereka mengintensifikasi atau pemanfaatan mineral itu sebesar – sebesarnya. PT Timah telah melakukan proses penelitian, masih memerlukan studi lanjutan.

Sekarang mereka sedang dikawal kementerian terkait. Perlu diketahui LTJ marak diperbincangkan, setelah Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhur Binsar Pandjaitan bersama Menteri Prabowo Subianto membahas potensi pengembangan LTJ untuk industri persenjataan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *