Seputarbabel.com, Pangkalpinang – DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Minggu (28/6/2026) di Aston Emidary Bangka. Membahas berbagai isu strategis, terkait pembangunan, doktrin karya kekaryaan. Selain rapat kerja daerah (Rakerda), guna membahas isu strategis. Kemarin pimpinan 7 DPD II, hasta karya dan sayap bersama fraksi menggelar rapimda.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia memastikan jika isu Wakil Gubernur Babel pertimbangan dilaksanakan Rapimda. “Kalau salah satunya tidak aktif tentunya akan ada ketimpangan dan kita tidak mau pada prosesnya berdampak pada pembangunan di Bangka Belitung,” jelasnya.
Ia meminta secara pribadi, karena selain status Wagub terpidana, juga tersangka pada kasus yang lain. Hanya saja Doli mengembalikan itu semua kepada masyarakat Babel. Partai Golkar juga akan mendengar dari arus bawah struktur seperti apa. “Eloknya demi pembangunan dan masyarakat Bangka Belitung alangkah lebih baik, ibu Wakil Gubernur itu mengundurkan diri saja,” jawab Doli.

Proses Rapimda menurut Doli memang akan isu strategis yang perlu dibahas. Namun tadi malam dipastikan kegiatan tidak hanya Rapat Kerja dan Rapimda. Karena acara penutup, adalah bimbingan teknis (Bimtek) bagi anggota fraksi dan pengurus DPD II Partai Golkar di Babel.

Sementara Ketua DPD I Partai Golkar Babel, Hidayat Arsani mengaku dirinya akan ikut keinginan partai. Karena secara etika putusan terpidana terhadap ibu Wagub telah ingkrah. “Kalau saya terserah partai, walau pun secara etika, (Karena status hukum dan proses hukum) partai politik (koalisi) harus mengambil langkah,” jawabnya yang juga Gubernur Babel ini.
Proses rapimda memang mengeluarkan keputusan politik dan beberapa kebijakan terkait isu strategis. Hanya saja belum ada keterangan resmi dari DPD I Partai Golkar Babel maupun pihak panitia. Namun dapat dipastikan peserta rapimda menyampaikan terkait persoalan Wagub dan pemenangan pemilu.
Rapimda memberikan kesempatan kepada 7 DPD II, organisasi pendiri, didirikan (hasta karya) dan sayap, menyampaikan masukan. Pimpinan sidang mengawal tiap putusan dalam rapimda. Pimpinan sidang dipimpin Ketua Harian, Heryawandi dan Bendahara Basit Sucipto. Bersama Teddy Marbinanda, Efredy Efendi dan Agus Herdianyah terus mengawal hingga penutupan.












