Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memang memiliki badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tambang. Rapat bulanan Holding BUMN Industri Pertambangan kemarin pun digelar di kantor pusat PT Timah Tbk. Para ‘bos’ perusahaan tambang itu pun hadir kemarin, rapat sendiri berlangsung hingga malam.
Kepada seputarbabel.com Kamis (3/5/2018) pagi, Sekretaris Perusahaan PT Timah Amin Haris Sugiarto membenarkan hal tersebut. Menurut Haris rapat koordinasi Holding BUMN Industri Pertambangan, hanya membahas kinerja holding. “Rapat bulanan yang diselenggarana holding kebetulan saat ini giliran PT Timah jadi tuan rumah,” jelasnya.
Seluruh Direktur Utama (Dirut) anggota Holding BUMN Industri Pertambangan dan seluruh Direksi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dipastikan hadir. Rapat sendiri berlangsung seharian penuh, Dirut PT Aneka Tambang Arie Prabowo Ariotedjo, Dirut PT Bukit Asam Arviyan Arifin dan Direktur Utama PT Timah Mochtar Riza Pahlevi Tabrani ikut dapat rapat tersebut.
Seluruh direksi PT Inalum dipastikan hadir, di ruang Rapat Utama kantor pusat PT Timah, Dirut PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin, Direktur Pengembangan Bisnis yang merangkap Direktur Pelaksana Oggy Achmad Kosasih pun hadir. Begitu pula Direktur Layanan Strategis Ogi Prastomiyono, Direktur Produksi Sahala Hasoloan Sijabat dan Direktur Umum dan Human Capital Carry Mumbunan .
Karena semua direksi PT Inalum hadir, maka wajah baru hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Inalum bulan lalu, yakni Direktur Keuangan Orias Petrus Moedak tentu hadir. Riza sendiri ketika dikonfirmasi mengenai holding pada pagi hari, baru membalas pesan sekitar pukul 22.00 WIB. “Selamat malam … mohon maaf baru reply. Saya meeting seharian penuh,” jawabnya.
Perlu diketahui, PT Timah membagikan 35 persen dari laba bersih tahun lalu, atau sebesar Rp175,7 miliar sebagai dividen. Sebagai pemegang 65 persen saham Timah, maka porsi Inalum terhadap dividen Timah adalah Rp114,2 miliar. Sinergi antar badan usaha milik negara (BUMN), dilakukan PT Timah bukan hanya dengan anggota holding.
PT Timah bekerja sama dengan PT Bank Mandiri Tbk melakukan kerjasama layanan perbankan berupa pembayaran fasilitas bagi mitra perusahaan dalam bentuk kartu tambang. PT Timah juga bekerja sama dengan PT Pertamina dalam pengadaan bahan bakar HSD. Itu dilakukan PT Timah guna saling mendukung antara perusahaan ‘plat merah’ agar meningkatkan pendapatan sesama BUMN.
Sementara dengan sesama anggota holding dilakukan dengan Bukit Asam dan Aneka Tambang. Untuk kegiatan eksplorasi dan pengadaan bahan baku, seperti pengeboran darat untuk pengembangan tambang primer dilakukan dengan Aneka Tambang. Sementara dalam proses peleburan logam timah, PT Timah bekerja sama dengan Bukit Asam untuk pengadaan antrasit.












