Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Setiap tahun bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), 12 Januari – 12 Februari menjadi bagian penting dalam memperbaiki kualitas K3 perusahaan nasional. Bagi PT Timah Tbk, dalam memperingati Bulan K3 menjadi tahapan penting mendorong target zero accident (nihil kecelakaan). Ini tentu dilakukan dengan memperbaikan manajemen resiko K3 dan penerapan Sistem Manajemen K3 sebagai upaya menciptakan iklim dan budaya K3. Ini dilakukan karena sebagai angggota Mind Id, tentu PT Timah juga perusahaan yang memiliki potensi resiko. Makanya K3 menjadi prioritas utama perusahaan, sehingga nihil kecelakaan dilakukan dengan sejumlah strategi. Diantaranya transformasi Budaya K3 dan menerapkan sistem manajemen lini dimana semua orang bertanggungjawab atas K3, adalah cara merealisasikan target zero accident.
Direktur Utama PT Timah Tbk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani, menyampaikan dalam momentum peringatan Bulan K3 bukan cuman sebuah rangakain ritual biasa. Karena bagi perusahaan momen satu bulan ini bertujuan meningkatkan kesadaran insan MIND ID, khususnya PT Timah terhadap pola pikir (mindset) target zero accident. “Semua orang memegang peranan penting dalam menciptakan kondisi dan cara kerja aman. Industri tambang selalu ada bahaya dan resiko yang harus terus kita kelola dan mitigasi dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Ini harus dilakukan secara simultan dan berkelanjutan. Nihil kecelakaan tentunya menjadi harapan kita semua,” paparnya.
Riza menyampaikan hal tersebut dalam Peringatan Bulan K3 Nasional MIND ID yang dilaksanakan secara virtual pada Rabu (10/2/2021). Riza mencontohkan, agar mencapai nihil kecelakan adalah kerapian dan kebersihan dan selalu menjalankan prosedur kerja aman, kesadaran pada K3, yang pada kondisi kekinian adalah penerapan protokol kesehatan secara disiplin. “Nihil kecelakaan berarti kita bekerja dan pulang selamat, juga mengandung makna kita lebih produktif. Mari kita belajar dari pengalaman, Kesehatan dan Keselamatan Kerja seutuhnya akan mencegah kecelakaan dan menciptakan Safe Operation,” pintanya.
Sehingga dalam mencapai Nihil Kecelakaan K3, akan tertuang dalam berbagai rangkana implementasi membangun budaya K3. Akan melahirkan pola pikir (mindset) manajemen dan pekerja bahwa kecelakaan dapat dicegah dan tidak boleh ada kecelakaan. “PT Timah telah mengalami dampak dari kurangnya kesadaran, kepedulian dan pengawasan dalam bidang K3. Akibatnya terjadi kecelakaan kerja yang berakhir pada kematian, kerugian moril, material dan juga pencemaran lingkungan. Dampak dari suatu kecelakaan akan berimbas pada terganggunya produktifitas yang akhirnya berdampak pula pada kesejahteraan,” tulis rilis Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah.
Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Tbk, Agung Pratama mengatakan saat ini PT Timah sedang gencar-gencarnya melakukan transformasi budaya K3 dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman baik di lingkungan internal perusahaan maupun mitra usaha untuk memaksimalkan implementasi budaya K3 dalam proses penambangan.
“Kita berkaca dari angka kecelakaan beberapa waktu kebelakang, untuk itu management serius dalam melakukan perbaikan dan transformasi budaya k3. Hal ini diawali dengan memetakan top risiko terhadap potensi di seluruh wilayah operasional perusahaan. Selain itu, kita juga menekankan kesadaran bahwa K3 bukan hanya sebuah kewajiban tapi kebutuhan,” terangnya.