https://seputarbabel.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231120-WA0032.jpg

PT Timah Akan Kuasai Freeport Bersama Holding Tambang

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Selain hilirisasi yakni pengembangan produk akhir dari hasil tambang, dari setiap badan usaha milik negara (BUMN). Dalam Holding BUMN Industri Pertambangan (holding tambang), pemerintah juga mengikutsertakan saham Freeport Indonesia (FI)yang dikuasai negara. Dengan begitu langkah selanjutnya, holding nantinya akan melakukan divestasi 51 persen saham FI bila negoisasi telah final.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel),  Tony Purnama kepada seputarbabel.com mengatakan. Tentunya akan berdampak bagi Babel bila PT Timah bersama holding pertambangan ikut kuasi saham FI. “Kita belum tahu ke mana kebijaka PT Timah pasca holding terbentuk, namun PT Timah akan ikut kuasai Freeport bila divestasi dilakukan holding pertambangan,” ungkap Tony

Dia berharap PT Timah justru meningkatkan kontribusi perusahaan setelah masuk dalam holding pertambangan, bukan sebaliknya. Namun dari pernyataan di media massa setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dia berharap arah kebijakan makin menguntungkan daerah. “Kalau dari pernyataan Dirut PT Timah, tidak ada yang berubah dan kantor pusat masih di Pangkalpinang. Namun kita maunya ada investasi yang jelas dari pengembangan usahanya dan kontribusi makin ditingkatkan,” papar Tony.

Menteri BUMN Rini M Soemarno sudah mengklarifikasi kabar miring. Terkait holding BUMN dibentuk hanya untuk menambah utang. Menurutnya holding BUMN tambang ini, didorong untuk meningkatkan sektor hilirisasi. Perusahaan tambang akan sinergi dari hulu sampai hilir mengembangkan produk masing – masing perusahaan. “Mengembangkan produk akhir dari hasil tambang, jadi lebih kepada produk-produk akhir. Itu yang kita dorong,” jawabnya di Jakarta belum lama ini.

Selain itu, kata Rini, tugas holding BUMN tambang ini membeli 51% saham Freeport Indonesia. Di mana saat ini prosesnya tengah dirundingakan antara pemerintah dengan Freeport. “Kalau bicara mengenai tambang itu utamanya untuk melakukan efisiensi. Terus terang selain (hilirisasi) final negosiasi mengenai (divestasi) Freeport. Ini masih negosiasi belum ketemu harga. Insya Allah nanti bisa terselesaikan,” tuturnya.

Dari ketiga BUMN anggota holding, mengalihkan saham dwi warna seri B milik pemerintah ke PT Inalum. PT Timah Tbk mengalihkan 4.841.053.951 saham setara 65%, PTBA mengalihkan 1.498.087.499 saham atau 65.02% dan PT Antam 15.619.999.999 saham yakni 65%. Saham yang dialihkan menjadi penyertaan modal pemerintah, untuk menguasai 100 persen holding pertambangan. “Saham seri A Dwi Warna di PT Timah masih milik pemerintah kok, kebijakan stategis masih ditangan pemerintah,” tambah Sekretaris Perusahaan PT Timah, Amin Haris Sugiarto. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *