Polres Belitung Catat Kenaikan Laka Lantas dan Kasus Narkoba Sepanjang 2025

Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah hukum Polres Belitung mengalami peningkatan cukup signifikan sepanjang 2025.

Kapolres Belitung, AKBP Sarwo Edi Wibowo (tengah) menggelar konfrensi pers akhir tahun pada Rabu, 31 Desember 2025. (ist)

SEPUTARBABEL.COM, BELITUNGPolres Belitung menggelar konferensi pers akhir tahun 2025 di halaman Mapolres Belitung, Rabu, 31 Desember 2025.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Belitung AKBP Sarwo Edi Wibowo untuk memaparkan capaian kinerja kepolisian selama satu tahun terakhir.

Dalam paparannya, Kapolres mengungkapkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah hukum Polres Belitung mengalami peningkatan cukup signifikan sepanjang 2025.

Beberapa kasus memang menunjukkan tren kenaikan, salah satunya laka lantas. Ke depan, kami akan mengintensifkan langkah pencegahan agar angka ini bisa ditekan,” kata AKBP Sarwo Edi Wibowo.

Data mencatat, sepanjang 2025 terjadi 36 kasus kecelakaan lalu lintas, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 23 kasus. Artinya, terjadi kenaikan sebanyak 13 kasus atau sekitar 56,52 persen.

Untuk jumlah korban, korban meninggal dunia pada 2025 tercatat 21 orang, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 22 orang.

Sementara itu, korban luka berat meningkat menjadi 20 orang dari sebelumnya 8 orang, dan korban luka ringan naik dari 9 orang pada 2024 menjadi 16 orang di tahun 2025.

Kapolres mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin berlalu lintas. Menurutnya, kecelakaan kerap bermula dari pelanggaran yang dilakukan pengendara.

Selain laka lantas, Polres Belitung juga mencatat peningkatan penanganan tindak pidana oleh Satreskrim.

Sepanjang 2025, jumlah laporan polisi yang diterima mencapai 137 perkara, naik dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 128 perkara atau meningkat sekitar 7,3 persen.

Untuk tindak pidana konvensional, jumlah kasus pada 2025 tercatat sebanyak 125 kasus, meningkat dari 115 kasus di tahun sebelumnya. Meski demikian, tingkat penyelesaian perkara juga mengalami peningkatan.

Penyelesaian tindak pidana konvensional naik 14,6 persen, dari 82 kasus di tahun 2024 menjadi 94 kasus di tahun 2025,” jelasnya.

Sementara itu, kasus narkotika juga menunjukkan tren kenaikan. Satres Narkoba Polres Belitung menangani 47 kasus narkoba sepanjang 2025, meningkat dari 32 kasus pada tahun 2024 atau naik sekitar 46,8 persen.

Kondisi ini menunjukkan peredaran narkotika masih menjadi ancaman. Kami terus berkoordinasi dengan BNN dan para pemangku kepentingan untuk menekan peredarannya,” tegas Kapolres.

Tindak Pidana Terhadap Kekayaan Negara Turun

Di sisi lain, Kepolisian Daerah Bangka Belitung mencatat penurunan angka tindak pidana terhadap kekayaan negara sepanjang 2025.

Kapolda Babel Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing menyampaikan bahwa secara kumulatif jumlah tindak pidana kekayaan negara menurun 10,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2024 tercatat 169 kasus, sedangkan pada 2025 turun menjadi 153 kasus. Penurunan juga terjadi pada penyelesaian tindak pidana, yang berkurang sebanyak 38 kasus atau sekitar 44,18 persen.

Penurunan paling signifikan terjadi di sektor pertambangan dan migas. Kasus pertambangan ilegal menurun dari 119 kasus pada 2024 menjadi 104 kasus pada 2025. Sementara itu, kasus migas ilegal turun drastis dari 24 kasus menjadi 11 kasus.

Ini merupakan hasil dari upaya preventif dan penegakan hukum yang konsisten. Namun kami tetap harus waspada,” ujar Kapolda.

Meski demikian, Polda Babel memberi perhatian khusus terhadap lonjakan kasus illegal fishing.

Sepanjang 2025, kasus pencurian ikan melonjak tajam dari 5 kasus menjadi 26 kasus, atau naik sekitar 80,76 persen.

“Illegal fishing menjadi perhatian serius kami. Tahun depan, pengawasan di wilayah perairan akan menjadi prioritas utama,” katanya.

Selain itu, kasus di sektor kehutanan, kejahatan kelautan, serta tindak pidana mata uang juga menunjukkan kenaikan tipis dan akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

Kapolda Babel pun mengapresiasi dukungan masyarakat serta sinergi lintas instansi yang dinilai berperan penting dalam menekan kejahatan terhadap kekayaan negara di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. (SeputarBabel.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *