Pemkab Beltim Gelar Munajat Sambut HUT ke-23, Perkuat Spiritualitas dan Kebersamaan

Munajat merupakan ruang spiritual untuk memanjatkan doa sekaligus melakukan refleksi atas perjalanan Kabupaten Beltim yang telah memasuki usia 23 tahun.

Suasana kegiatan munajat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Beltim ke-23 Tahun 2026, bertempat di Guest House Rumah Dinas Bupati Beltim, Bukit Samak pada Minggu, 18 Januari 2026 malam. (IST/Dok Diskominfo Beltim)

SEPUTARBABEL.COM, BELITUNG TIMUR – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur menggelar kegiatan munajat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Beltim Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 18 Januari 2026 malam ini dilaksanakan di Guest House Rumah Dinas Bupati Beltim, Bukit Samak dan berlangsung dalam suasana khidmat.

Munajat tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran perangkat daerah, para camat se-Kabupaten Beltim, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menyampaikan bahwa munajat merupakan ruang spiritual untuk memanjatkan doa sekaligus melakukan refleksi atas perjalanan Kabupaten Beltim yang telah memasuki usia 23 tahun.

Ia menekankan pentingnya melibatkan nilai-nilai ketuhanan dalam setiap proses pembangunan daerah.

“Munajat ini menjadi ikhtiar batin kita bersama agar setiap kebijakan dan langkah pembangunan senantiasa mendapat petunjuk dan perlindungan Tuhan, serta membawa kemaslahatan bagi masyarakat Belitung Timur,” ujar Kamarudin dalam keterangan yang disampaikan Diskominfo Kabupaten Beltim.

Momentum Evaluasi dan Penguatan Komitmen

Menurut Kamarudin, usia 23 tahun merupakan fase yang tepat bagi daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun Belitung Timur ke arah yang lebih baik.

Ia mengajak seluruh unsur pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT sebagai momentum introspeksi, memperbaiki kekurangan, dan meneguhkan tekad membangun daerah yang maju, sejahtera, dan tetap berlandaskan nilai religius.

Usai kegiatan, Kamarudin juga menekankan bahwa keberhasilan dan stabilitas daerah tidak terlepas dari keseimbangan antara usaha nyata dan doa. Ia mengapresiasi peran tokoh agama dan masyarakat yang selama ini turut mendoakan daerah.

“Kita patut bersyukur karena Belitung Timur senantiasa dalam lindungan Tuhan. Doa para tokoh agama dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga ketenteraman daerah ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kerja keras tanpa diiringi doa tidak akan memberikan hasil yang maksimal. “Kerja dan doa harus berjalan seiring,” tambahnya.

Munajat Akan Digilir ke Kecamatan

Sementara itu, Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar, menyampaikan bahwa ke depan kegiatan munajat tidak hanya dilaksanakan secara terpusat.

Mulai tahun 2026, munajat direncanakan akan digelar secara bergilir di seluruh kecamatan se-Kabupaten Beltim.

“Sejak awal memang direncanakan agar munajat ini dilaksanakan di kecamatan-kecamatan, supaya nilai spiritual dan kebersamaannya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Khairil.

Ia menambahkan, munajat merupakan kebutuhan rohani masyarakat sekaligus doa bersama untuk kebaikan daerah, mencakup keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat Belitung Timur.

Pelaksanaan perdana munajat digelar di Rumah Dinas Bupati, selanjutnya akan dijadwalkan di masjid-masjid kecamatan dengan melibatkan pemerintah wilayah setempat.

Melalui kegiatan munajat ini, Pemkab Beltim berharap nilai-nilai keagamaan semakin menguat, persatuan masyarakat terus terjaga, serta seluruh program pembangunan daerah ke depan senantiasa berjalan dalam keberkahan dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. (*/SepuarBabel.Com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *