Isu Kelangkaan Solar Nelayan di Bantah HNSI Belitung : Hoaks & Menyesatkan!

Isu Kelangkaan Solar Nelayan di Bantah HNSI Belitung : Hoaks & Menyesatkan!

 

BELITUNG, SEPUTARBABEL.COM – Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Belitung, Jasman, angkat bicara menanggapi pemberitaan yang menyebut adanya kelangkaan solar subsidi serta dugaan praktik ilegal distribusi BBM melalui “kencingan” kapal tanker dan penyelewengan SPBU/SPBN di Pulau Belitung.

Jasman menegaskan, informasi tersebut tidak berdasar dan menyesatkan. Menurutnya, hingga saat ini pasokan BBM untuk nelayan di Belitung masih dalam kondisi aman dan terpenuhi.

“Tidak benar ada kelangkaan solar untuk nelayan di Belitung. Kebutuhan BBM nelayan masih terpenuhi. Tidak ada tanker minyak yang masuk terus-menerus seperti yang dituduhkan,” tegas Jasman saat memberikan keterangan, Minggu (18/1/26) malam.

Ia juga membantah keras narasi yang menyebut adanya praktik “kencingan” tanker di perairan Belitung. Menurut Jasman, tuduhan tersebut tidak disertai data dan fakta lapangan yang jelas, sehingga berpotensi menjadi hoaks yang menyesatkan opini publik.

Terkait SPBU dan SPBN, Jasman menyebutkan bahwa berdasarkan pantauan HNSI di lapangan, sebagian besar SPBU di Belitung sudah tidak lagi menjual solar subsidi, khususnya untuk jenis solar.

“Rata-rata SPBU di Belitung saat ini sudah non-subsidi untuk solar. Jadi tudingan adanya penyelewengan solar subsidi dari SPBU itu tidak relevan,” ujarnya.

Jasman juga menyinggung kondisi distribusi BBM ke wilayah kepulauan. Menurutnya, kebutuhan BBM dan listrik di pulau-pulau masih berjalan normal dan tidak menunjukkan indikasi krisis pasokan sebagaimana yang diberitakan.

Atas pemberitaan yang beredar, Jasman menilai tuduhan yang dialamatkan kepada sejumlah pihak tidak jelas arah dan sumbernya, serta berpotensi mencemarkan nama baik.

“Kalau menyampaikan informasi ke publik harus berbasis data. Jangan membangun opini dengan tuduhan yang tidak jelas. Ini bisa menyesatkan dan merugikan banyak pihak,” tegasnya.

HNSI Belitung, lanjut Jasman, tetap mendukung upaya penegakan hukum jika memang ditemukan pelanggaran nyata di lapangan. Namun ia mengingatkan agar media dan pihak-pihak tertentu tidak menggiring opini dengan narasi besar tanpa bukti kuat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *