https://seputarbabel.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231120-WA0032.jpg

Harapan Babel Bagi Holding BUMN Pertambangan

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sebagai salah satu daerah penghasil mineral logam timah, berharap ada nilai positif pembentukan holding industri pertambangan. Dimana PT Timah Tbk merupakan satu badan usaha milik negara (BUMN) sektor pertambangan yang akan menyertakan modal. Walau terdapat nilai positif, bagi Babel investasi PT Timah Tbk harus tetap memberikan kontribusi lebih bagi daerah.

Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya kepada wartawan tadi siang mengatakan hal ini. Menurutnya kontribusi yang diberikan PT Timah Tbk bagi daerah harus lebih ditingkatkan. Dirinya optimis banyak nilai positif dalam membangun holding BUMN Pertambangan tersebut. “Hanya saja harapan kita dalam RUPS luar biasa nanti kontribusi kepada Babel dapat ditingkatkan. Investasi PT Timah juga harus jelas di Babel. Alhamdulillah sejak dipegang pak Riza (Dirut) komunikasi untuk kepengingan masyarakat sangat baik,” paparnya.

Pembentukan induk usaha bagi BUMN di sektor pertambangan besok akan di bawa Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Borobudur. Gubernur Babel Erzaldi Rosman dan Didit akan datang sebagai undangan. PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Tbk akan menjadi induk holding dan akan resmi beroperasi bulan depan. Inalum juga resmi membawahi PT Bukit Asam Tbk, PT Aneka Tambang Tbk dan PT Timah Tbk.

Menteri BUMN Rini M Soemarno resmi menandatangani akta pengalihan saham seri B yang terdiri atas PT Aneka Tambang (Antam) Tbk sebesar 65%, PT Bukit Asam Tbk sebesar 65,02%, PT Timah Tbk sebesar 65%, serta 9,36% saham PT Freeport Indonesia yang dimiliki pemerintah kepada PT Inalum. Ini dilakukan dalam rangka penambahan penyertaan modal negara kedalam modal perseroan.

Dengan ditandatanganinya akta tersebut, Holding BUMN Industri Pertambangan resmi berdiri dengan  (Inalum) yang menjadi induk perusahaan (holding) BUMN Industri Pertambangan, serta PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk, menjadi anak perusahaan (anggota holding).

“Proses holding yang sudah lama dimulai dengan penyerahan roadmap pengembangan BUMN oleh Kementerian BUMN ke Komisi VI DPR pada akhir 2015 ini akhirnya telah mendekati akhir. Selanjutnya akan dilakukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Antam, Bukit Asam, dan Timah secara bersamaan dengan agenda melakukan perubahan anggaran dasar sehubungan dengan telah beralihnya kepemilikan RI kepada PT Inalum (Persero) yang sahamnya 100% dimiliki negara,” kata Menteri Rini saat penandatanganan akta pengalihan saham di Kantor Kementerian BUMN, kemarin. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *