PANGKALPINANG, seputarbabel.com — Gebyar Anniversary ke-75 SMP Santa Theresia Pangkalpinang berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan tidak hanya peserta didik, tetapi juga alumni dan masyarakat umum.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah parade Fashion Show yang diikuti puluhan peserta. Ajang tersebut menghadirkan tiga juri yang memiliki latar belakang di bidang pashion dan budaya, yakni Vellicia Belinda, Miss Teen Grand Runway Indonesia 2026 yang juga merupakan alumni SMP Santa Theresia, Azril Satrya Bima, Juara Bujang Bangka Belitung 2023, serta Aldisya Calina Rahman, yang juga merupakan Juara Dayang Bangka Belitung 2023.
Ketua Pelaksana Gebyar Anniversary 75 Tahun SMP Santa Theresia, Stefanus Prima Nugroho, mengatakan rangkaian kegiatan berlangsung mulai 26 September hingga 1 Oktober 2026.
Menurut Stefanus, perayaan tahun ini dikemas lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain melibatkan pelajar, sejumlah kegiatan juga dibuka untuk masyarakat umum.
> “Pencapaian yang luar biasa ini merupakan hasil perjuangan dan kerja keras banyak pihak. Karena itu, perlu dirayakan lebih meriah. Biasanya hanya beberapa lomba dan tidak berlangsung berhari-hari. Tahun ini banyak kegiatan yang melibatkan masyarakat umum, karena sebelumnya lebih banyak untuk pelajar,” ujar Stefanus yang juga merupakan guru Bahasa Inggris SMP Santa Theresia.
Beragam kegiatan disiapkan dalam rangkaian Anniversary ke-75 tersebut. Di antaranya Temu Alumni, Santer Run, Festival Band, Fashion Show, Bilon, Gasing, Vocal Solo, E-Sport Mobile Legends dan Free Fire, Modern Dance, hingga Pentas Seni yang menampilkan kreativitas anak-anak didik SMP Santa Theresia.
Libatkan Masyarakat dan Alumni
Kepala SMP Santa Theresia Pangkalpinang, Lan Cen, S.Ag, mengatakan perayaan 75 tahun menjadi momentum istimewa karena sekolah ingin memperluas keterlibatan pihak eksternal.
Ia menjelaskan, pada perayaan sebelumnya kegiatan lebih banyak melibatkan peserta didik, baik dari lingkungan internal maupun sekolah lain. Namun pada momentum 75 tahun ini, masyarakat sekitar, alumni dan masyarakat luas turut diberikan ruang untuk berpartisipasi.
“Kami berharap semuanya berjalan lancar. Kalau sebelumnya kita hanya melibatkan pelajar, baik internal maupun dari luar, di usia 75 tahun ini kita lebih banyak melibatkan pihak-pihak eksternal, bukan hanya internal sekolah,” kata Lan Cen.
Menurutnya, salah satu kegiatan yang menunjukkan keterlibatan masyarakat adalah Santer Run yang sebelumnya telah digelar dan turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Udin.
Bukan Sekadar Perayaan
Lan Cen menegaskan bahwa Anniversary ke-75 SMP Santa Theresia bukan sekadar momentum untuk bersenang-senang. Lebih dari itu, perayaan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenalkan kembali sejarah panjang perjalanan sekolah kepada generasi saat ini.
“Usia 75 tahun bukan usia yang muda. Artinya ini menjadi kesan untuk semua orang, khususnya para orang tua peserta didik. Jadi bukan hanya untuk hura-hura atau happy saja, tetapi lebih mengenal sejarah dari Theresia,” ujarnya.
Ia berharap generasi peserta didik saat ini dapat mengetahui dan menghargai perjuangan para pendahulu yang telah membangun SMP Santa Theresia hingga mampu bertahan dan berkembang selama 75 tahun.
“Kami ingin mengajak semua orang untuk melihat kembali perjalanan baik ini. Perjalanan itu harus kita ceritakan dan diwariskan kepada anak-anak didik kita. Jangan sampai mereka melewatkan perjuangan dari para pendahulu untuk sekolah ini hingga akhirnya sekolah menjadi lebih besar lagi,” tutur Lan Cen.
Prioritaskan Bahasa dan Adaptasi Teknologi
Di bidang pendidikan, Lan Cen menjelaskan bahwa SMP Santa Theresia tetap mengikuti kurikulum yang ditetapkan pemerintah. Namun, sekolah memberikan penguatan pada kemampuan bahasa, khususnya Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin.
“Secara kurikulum tetap mengikuti pemerintah, tetapi ada tambahan Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris yang kita prioritaskan untuk anak-anak,” jelasnya.
Di tengah perkembangan teknologi, SMP Santa Theresia juga terus melakukan penyesuaian dalam proses pembelajaran. Pendidikan konvensional tetap dijalankan, namun dipadukan dengan pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.
Meski demikian, penggunaan gadget bagi peserta didik tetap diberikan batasan.
“Secara konvensional tetap mengikuti perkembangan zaman dengan teknologi modern. Kita merancang pendidikan secara digitalisasi. Beberapa waktu boleh menggunakan gadget, tetapi harus kita rem atau kita kasih waktu,” pungkasnya.
Rangkaian Gebyar Anniversary 75 Tahun SMP Santa Theresia Pangkalpinang pun diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan sekolah dengan alumni, peserta didik, orang tua dan masyarakat, sekaligus mengenang perjalanan panjang sekolah dalam mencetak generasi dari masa ke masa.












