Seputarbabel.com, Bangka Tengah – Kolong bekas tambang sekarang mulai dimanfaatkan untuk menggerakan perekonomian masyarakat. PT Timah Tbk melalui Divisi CSR sudah sejak 2019 bekerjasama dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya Pondok Pesantren Ibnu Sabil di Cambai ini, melakukan budidaya berbagai ikan air tawar seperti gurame, lele dan nila.
Program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Timah ini, satu diantara sekita banyak program divisi CSR PT Timah di Bangka Tengah. Budidaya ikan tawar di Pesantren Ibnu Sabil ini menggunakan sistem Kerambah Jaring Apung dengan media paralon.
Menurut Kepala Bidang Komunikasi PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, Program PPM Budidaya perikanan dilaksanakan dalam dua tahap pembagian bibit. Tidak hanya itu, PT Timah melakukan pendampingan management, hingga melakukan evaluasi berbagai kendala mitra PPM tadi. “Ketika kita nilai mereka sudah bisa mandiri apa yang telah dibangun ini,” sambungnya.
Ia menambahkan program budidaya perikanan memanfaatkan kolong bekas tambang, akan dilanjutkan tahun 2021. Diantaranya akan dilaksanakan di Kuday, Kabupaten Bangka, Tanjung Gunung, Bateng dan Toboali, Bangka Selatan. “Kita berharap ini akan terus berlanjut sehingga mereka bisa mandiri secara ekonomi dari program ini,” hadap Anggi.
Salah satu ustad di Pondok Pesantren Ibnu Sabil Cambai, Fauzan mengatakan program PPM budidaya perikanan air tawar ini sangat bermanfaat. Pasalnya tidak hanya untuk memenuhi gizi para santri tapi juga memberikan edukasi dan pembelajaran langsung tentang budidaya perikanan di kolong bekas tambang.
“Kita sangat terbantu dengan adanya program ini, dan kita serius menjalani budidaya ikan, dan ini perdana bisa menghidupi ikan gurame dan ini dibantu sama PT Timah. Sebelumnya pernah dibantu juga dari kementerian tapi berbeda dengan yang dilakukan PT Timah ini,” papar Fauzan.