Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Tahun 2018 nanti, perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diharapkan dapat tumbuh. Walau pun menurut rilis Kementerian Keuangan tahun depan adalah puncak krisis, sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel perlu mengambil langkah cepat. Salah satu cara adalah melakukan penguatan modal bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), agar dapat bertahan di 2018.
Gubernur Babel Erzaldi Rosman pun melakukan penandatanganan kerjasama dengan Direktur Utama Bank Syariah Bangka Belitung, Helli Yuda guna mensubsidi margin atau bagi hasil untuk penyaluran modal bagi UMKM. Ditemui usai penandatangan di ruang Batu Rakit Griya C Rumah Dinas Gubernur, Helli Yuda mengatakan kalau subsidi bagi hasil pembiayaan modal kerja itu dilakukan memang untuk penguatan modal UMKM. “Sehigga ini (subsidi margin bagi UMKM) salah satu bukti kalau Provinsi tanggap,” jawabnya.
Bank Syariah Babel menurutnya, memang konstestrasi terhadap penyaluran permodalan di sektor mikro. Mengingat perekonomian Babel melambat saat ini, sehingga perlu ada penguatan dalam bentuk subsidi margin bagi UMKM. “Ini bentuk keperdulian Pemprov kepada mereka (UMKM) agar dapat tumbuh dan bertahan dengan mensunsidi bagi hasil, kalau di konvensional yang tadinya bunga pinjaman 7 persen jadi 3 persen misalnya,” jelas Helli.
Menurutnya untuk tumbuh saja ditahun 2018 nanti sangat berat, sehingga UMKM bisa bertahan saja sudah bagus. Ini mengingat daya beli masyarakat menurun, disinilah peran pemerintah menjadi penting dalam rangka penguatan sektor mikro dan usaha kecil menengah. “Kita harus benar – benar mampu menyalurkan ini dengan baik, ini salah satu cara untuk melakukan penguatan agar UMKM kita bisa bertahan saja itu sudah cukup,” terang Helli.
Sedangkan Ketua Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin) Paradigram Baru, Eddy Ganefo mengaku penguatan UMKM memang perlu dalam rangka pengutan ekonomi di 2018. Menurutnya sektor real bukan berkurang, melainkan terjadi pergeseran sehingga ada perpindahan usaha yang mereka anggap lebih menjanjikan. “Seperti gerai – gerai yang tutup itu sebenarnya mereka memindahkan usahanya,” terangnya.
Terpisah, anggota Komisi VI DPR RI Erwin TPL Tobing dalam pertemuannya dengan Pemprov Babel belum lama ini, berharap agar industri kecil dan menengah Babel lebih dioptimalkan. Menurutnya berbagai jajanan khas Babel, tidak ada perubahan dalam bentuk kemasan sehingga perlu ada inovasi dari Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindag) Babel. “Lada Muntok itu dulu sangat terkenal, entah kenapa sekarang belakangan ini menurun,” tambah mantan Kapolwil Babel pertama ini. (riz)












