Seputarbabel.com–Belitung,Suasana hangat penuh nostalgia dan refleksi mewarnai acara temu kangen wartawan senior di Kabupaten Belitung yang digelar di Rumah Makan Mak Weng, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam diskusi santai sekaligus makan siang ini menjadi ruang lintas generasi untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat peran pers dalam pembangunan daerah.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat, Kapolres Belitung, perwakilan Lanud H.AS. Hanandjoeddin, Dandim 0414/Belitung, Kepala Lapas, perwakilan LBH, serta para wartawan senior lintas generasi, mulai dari era 1980-an hingga 2000-an.
Dalam sambutannya, Bupati Djoni menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang nostalgia, melainkan bukti nyata keseriusan dalam membangun komunikasi antar generasi jurnalis.
“Ini menandakan ada kesinambungan yang kuat antara generasi 90-an hingga 2000-an. Saya yakin banyak cerita luar biasa dari masa ketika liputan masih penuh tantangan dan perjuangan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa wartawan memiliki peran strategis sebagai bagian dari ruang publik yang menjaga keseimbangan informasi.
Menurutnya, menjaga Belitung bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga insan pers yang konsisten mengawal cerita masa lalu sekaligus mengarahkan narasi masa depan.
“Pers harus tetap menjadi penjaga nilai—merekam sejarah, menyampaikan fakta, dan menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, wartawan senior era 1980-an, Sopyan Pangkapi, dalam paparannya mengungkapkan rasa haru saat kembali menginjakkan kaki di Belitung. Ia mengenang masa-masa awal menjadi jurnalis di pulau tersebut yang penuh keterbatasan, namun sarat makna.
“Rasa rindu itu muncul kembali. Menjadi jurnalis di Belitung pada era 80-an bukan hal mudah, tapi dari situlah lahir semangat dan dedikasi yang kuat,” ungkapnya.
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut juga menjadi wadah berbagi pengalaman lintas generasi, mulai dari metode peliputan konvensional hingga tantangan era digital saat ini.
Para peserta sepakat bahwa nilai-nilai dasar jurnalistik seperti akurasi, independensi, dan integritas harus tetap dijaga di tengah perubahan zaman.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat solidaritas antar wartawan sekaligus meningkatkan kontribusi pers dalam pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Belitung.













