Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Wilayah dengan sumber daya alam melimpah, iklim investasi positif dan potensi wisata yang prospek. Tidak cocok jika warganya hanya berpikir mencari lowongan pekerjaan (loker). Karena itu perlu didorong agar angkatan kerja justru menciptakan usaha produktif sehingga menyerap lapangan pekerjaan.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), berupaya merealisasikan dengan berbagai program kerja sesuai visi misi Gubernur Babel Erzaldi Rosman. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Babel Harrie Patriadi memaparkan hal tersebut, kepada wartawan. “Berpikir loker tidak cocok di sini (Babel),” ujarnya.

Berbagai program fasilitas pelatihan dan produktivitas pekerja pun diupayakan, agar melahirkan pelaku usaha bukan pencari kerja. Dengan begitu diharapkan dapat mengurangi angkatan kerja, tingkat pengangguran pun makin berkurang. “Kita maunya mereka (sasaran program Disnaker Babel) mampu membuat usaha baru,” harap Harrie.
Kemudian berbagai metode pun mereka lakukan, salah satunya dengan menarik program tenaga kerja mandiri dari Kementerian Tenaga Kerja. Sebagai program unggulan kementerian, program tenaga kerja mandiri kembali diajukan untuk anggaran 2021. “Kita maunya sinergi dengan anggaran dana desa (ADD), ini menjadi pengembangan dari Job Fair,” terang Harrie.
Ia kemudian mencontohkan garis besar Program Tenaga Kerja Mandiri, jika di laksanakan di Babel. Dimana Disnaker akan mencari potensi usaha dengan teknologi tepat guna, yang akan dibangun dan dikembangkan. Hanya saja mereka hanya memberikan aset keterampilan dan bentuk usahanya. Terkait modal usaha dapat mengganden dana desa dan kelurahan.
“Kalau kita maunya ada sinergis anggaran dari Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Pedesaan. Dengan kita mencari talenta (potensi) dari usaha baru yang akan star up (berkembang). Mereka kemudian kelompok usaha dari warga sekitar pedesaan dan kelurahan tadi modalnya dari ADD. Kalau jenisnya, usaha dengan teknologi tepat guna,” papar Harrie.













