34 Mobiler Rumdin Dipesan Hellyana Sebelum Penetapan Paslon Berdaya, Gubernur Tegaskan LHP Inspektorat

Gubernur Babel, Hidayat Arsani didampingi Ketua PKK Provinsi, Ni Komang Widari Meninjau Pasar Murah Menjelang Ramadhan 1447 H, Kamis (12/3/2026) di Terminal Selindung, Kecamatan Gabek.

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Narasi seolah dizolomi, sepertinya terus dibangun para pendukung Wakil Gubernur (Wagub), Hellyana. Berbagai konten medsos, seolah ingin menepis proses tidak prosedur dari pengadaan 34 mobiler Rumdin Wagub. Upaya menutupi fakta, jika pengadaan Rumdin Wagub tidak pro rakyat dan pemborosan.  Belanja daerah untuk Rumdin dianggarkan Rp150 juta, sementara nilai mobiler rumdin yang belakangan ditarik kembali diatas Rp 800 juta.

Gubernur Babel Hidayat Arsanj, usai membuka Pasar Murah menjelang Lebaran di Kecamatan Gabek. Ia disela menjelaskan terkait stok gas dan BBM serta sembako aman? Langsung ditanya wartawan terkait masalah Wagub Babel. “Selama dia masih tedakwa dan tersangka, saya tidak akan berikan tugasnya karena itu sudah menyalahi etika,” sambung suami dari Ni Komang Widari ini, Kamis (12/3/2026) pagi.

Ketika Inspektorat melakukan pemeriksaan di gudang Biro Umum. Beberapa barang aset milik daerah yang djganti, masih sangat layak. “Saya luruskan ya (masalah) ini. Jadi Ibu Wagub sudah salah, memesan (barang untuk Rumdin) secara langsung. Dipesanya saat kita sidang di MK (Mahkama Konstitusi). Jadi belum dilantik, belum menang ibu itu sudah berani memesan barang (melalui pihak ke tiga),” jelas Dayat di Terminal Selindung.

Laporan hasil pemeriksaan (LHP) Inspektorat menemukan tidak hanya soal salah mekanisme. Tapi ada upaya pemborosan uang negara dan upaya menutupi kejahatan. “Jadi saya luruskan Ibu Wagub ini sudah menyalahi aturan. Karena secara pribadi memesan (34 mobiller baru), tidak melalui Biro Umum. Saya juga sudah nonjob kan (pejabat) Biro Umum yang lama, karena saya tegas, kenapa karen sudah membuat pemborosan uang negara,” papar Dayat.

Ia pun menegaskan, setelah mendapat laporan dari Inspektorat diketahui, pemesanan 34 mobiler di Rumdin Wagub nilainya diatas Rp 800 juta. 18 unit AC, goorden seharga Rp 200 juta mobiler elektronik hingga perlengkapan alat rumah tangga. Pada Anggaran Belanja Daerah Rumdin Wagub, hanya dianggarkan Rp 150 juga.

“Ada barang – barang yang masih layak pakai seperti 6 AC (pendingin ruangan). Ternyata beliau pasang 18 AC. Kemudian gorden yang saya lihat itu gorden termahal di Indonesia, Rp 200 juta. Serta banyak macam nya lagi, dengan semua totalnya lebih 800 juga. Nah, kalau lebih 800 juga itu harus tender. Jadi sejak awal memang sudah salah,” terang pria peraih Gubernur kedua terbaik dari KPK, kategori Tata Kelola Pencegahan Korupsi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *