https://seputarbabel.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231120-WA0032.jpg

Target PT Timah Kuasai Cadangan Dunia

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Visi holding pertambangan adalah menguasai mineral dan batu bara, begitu juga cadaanga timah dunia. Izin usaha pertambangan (IUP) pun tidak bisa serta merta keluar, mengingat harus ada proses eksplorasi. Target eksplorasi wilayah pertambangan tahun ini,  menguasai cadangan timah dunia.

Badan Layanan Umum Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (BLU P3GL), akan bekerja sama dengan PT Timah melakukannya. Forum Group Discussion (FGD), Jumat (16/3/2018) memang mendukung kerja sama operasional (KSO) keduanya targetnya memiliki cadangan timah melebihi Cina. “Dengan adanya cadangan sumber daya timah baru (dilaut) untuk dikonversi diajukan menjadi IUP,” kata Trenggono.

Tahun 2017 jumlah produksi 31.000 ton, domimasi biji dari IUP laut sehingga diyakini masih berpotensi. Makanya wilayah pertambangan di laut masih punya cadangan potensial. Itulah KSO PT Timah dan BLU P3GL Kementerian ESDM, melakukan eksplorasi. “Langkah ini diharapkan PT Timah selaras dengan visi holding, bagaimana menguasai mineral dan batu bara di Indonesia,” jelasnya.

Langkah PT Timah membangun smelter di Nigeria, merupakan upaya menguasai cadangan mineral timah dunia. Upaya melakukan penambangan di Nigeria, adalah menunjang jumlah cadangan bahan baku perusaha. Sebagai perusahaan berpengalaman di sektor industri timah, PT Timah sangat paham mineral ikutannya. ekspansi usaha akan dilakukan PT Timah dengan meningkatkan nilai monazit dan zirkon.

Koordinator Pelaksana BLU PG3L, Noor Cahyo, dalam penyampaian hasil FGD menyambut antusias upaya penguasaan mineral tadi. Terlebih PT Timah hanya memiliki 790 ribu ton cadangan timah, yakni 1/5 cadangan timah milik Cina. Untuk menjadi penentu harga, perlu tambahan kepemilikian sumber daya timah. PT Aneka Tambang dan PT Bukit Asam akan ikut membantu.

Tindak lanjut berikurnya adalah merumuskan usulan rekomendasi teknis dan kebijakan terkait pembagian hak dan kewajiban yang tercermin dalam alur bisnis dan kotribusi aset masing-masing pihak dengan prinsip saling menguntungkan. “Bagaimana nanti kita secara riil di lapangan meningkatkan cadangan sumber daya PT Timah,” tambah Noor Cahyo.

Memenuhi target cadangan timah nasional, harus dicapai Kerja Sama Operasional (KSO) PT Timah dan BLU PG3L. Ketua pelaksana FGD, Setyawan Raharjo mengingatkan cadangan timah Cina tembus 4 juta ton. Untuk mengembalikan kejayaan timah, mereka harus menemukan cadangan baru diatas Cina. “Bila kejayaan timah ingin diraih kembali, maka harus menemukan sumber daya lebih dari empat juta ton,” terang Setyawam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *