https://seputarbabel.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231120-WA0032.jpg

Tambang Darat Jadi Prioritas PT Timah

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Akhir Desember 2017 PT Timah Tbk merilis kegiatan eksplorasi yang menelan Rp 181,93 miliar, terdiri dari biaya operasional Rp 126,58 miliar dan biaya investasi Rp 55,36 miliar. Di darat terdapat sumber tereka (inferred) 87 ton, tertunjuk (indicated) 12.327 ton dan terukur 19.117 ton. Perusahaan anak dari Holding Pertambangan ini, akan mengedepankan produksi dari tambang darat tahun ini.

Selain biaya produksi tambang laut yang lebih besar, hasil eksplorasi Desember 2017 menunjukan hasil di darat lebih besar. Di laut hanya di dapat sumber daya tereka 20 ton, sumber daya tertunjuk 218 ton dan sumber daya terukur 11.011 ton. “Iya (prioritas kita) benar (di darat),” jawab sekretaris perusahaan (sekper) PT Timah, Amin Haris Sugiarto kepada seputarbabel.com.

Hingga 2017 mayoritas produksi berasal dari tambang lepas pantai (offshore), berkisar 56 persen. Namun di 2018 tambang darat (onshore) akan lebih dimaksimalkan, pembukaan dua tambang timah onshore di pulau Bangka dan Belitung menjadi bukti. PT Timah menargetkan produksi berkisar 36.705 metrik ton (mt), tahun 2018 naik 15 sampai 20 persen dari produksi tahun lalu.

Memang di kuartal II-2018 diperkirakan, selain dua tambang darat tadi, penambahan tambang offshore timah perseroan dan target pengoperasian fuming plant akan mulai beroperasi. Walau PT Timah menargetkan 15 – 20 persen, analis memperkirakan kenaikan produksi diangka 6,7 persen. Tapi melihat kinerja positif, dan harga timah yang membaik tahun ini target pendapatan dua digit menjadi realistis. “Kami targetkan pendapatan Rp 10,7 triliun,” ujar Amin.

Hingga September PT Timah meraih laba bersih Rp 300,57 miliar. Angka ini melonjak 493,37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 50,65 miliar. Perusahaan ini membukukan pendapatan Rp 6,62 triliun pada kuartalan III-2017. Angka tersebut berasal dari penjualan logam timah dan tin solder senilai Rp 5,92 triliun. Lalu penjualan tin chemical Rp 529,83 miliar.

Dari catatan kinerja perusahaan di 9 bulan pertama tahun 2017, diketahui kalau PT Timah masih memiliki cadangan 1,249 MT balok timah. Di tiga kuartal tahun 2017, hanya kuartal I PT Timah Tbk menjual semua hasil produksinya. Sementara di kuartal II dan III tahun 2017, dari hasil penjualan dan produksi meninggalkan selisi. Bisa saja karena prediksi tahun ini harga timah akan bertahan di US$ 21.000/mt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *