Seputarbabel.com, Pangkalpinang-Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) 7 Kabupaten/Kota dan 24 Klub Motor berkumpul. Menggelar rapat kerja provinsi (Rakerprov) IMI Babel, membahas agenda even tahun 2026. Pengurus Provinsi (Pemprov) IMI Babel, meminta agar klub memperhatikan kondisi ekonomi daerah. Sehingga klub penyelenggara lomba balapan kuda besi ini tidak merugi, karena agenda even belum bisa memberi keuntungan.
Rakerprov selain dihadiri pihak pemerintah dan polisi lalu lintas juga dihadiri Sekretaris Umum Koni Babel, Framayoga Fairuzie. Ditemui usai pembukaan, Ketua Pengprov IMI Babel, Adhy Sarphio meminta agar klub tidak memaksa jumlah agenda even naik dari tahun sebelum.
“Kalau berapa jumlah pastinya, belum bisa tahu, karena baru akan dibahas, even (di Babel) ini belum bicara soal cari duit (keuntungan). Jadi asal tidak rugi saja. Kalau tahun sebelum dijadwalkan 31 agenda even diperkirakan tahun ini diangka 20-an,” papar Adhy.
Ia menyampaikan even nasional tidak bisa dilakukan di Babel masih terkendala sirkut selain syarat dari PB IMI kian meningkat. Kalau lisensi penyelenggara dan klub tidak jadi kendala. Karen ada 19 anggota IMI Babel miliki lisensi dari Pimpinan Lomba (Clerk of the Course), Juri (Steward) dan Panitia (Steward/Marshall). “Kita 4 nasional untuk pemegang lisensi dan 8 klub miliki lisensi,” tambah Adhy.
Namun, IMI Babel sedang mengusulkan agar Grand Final Grasstrack Region 1B di Babel. Karena jika hanya putaran seri biasa tida’k akan jadi prioritas. Ini mengingat Babel tergabung dalam region 1B bersama Bengkulu, Lampung, Jambi dan Sumsel. “Syarat kejurnas mengikuti 3 seri dan grand final. Sementara mereka satu daratan berbeda dengan kita. Jadi cukup ikut seri di 4 Provinsi di Sumatera mereka sudah penuhi syarat,” cerita Adhy.
Sebelum Rakerprov di Warkop Pangkalpinang Jl Hamida, tadi hingga sore. IMI Babel bersama atlet, tim dan manajer melaksanakan rapat koordinasi teknis (Rakornis) di Sekretariat IMI Babel. Agenda Rakornis membahas regulasi nasional dan regulasi daerah.














