Setelah 8 Tahun, Anggota DPRD Pangkalpinang Tidak Mau Konsisten Nafkahi Anaknya 

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Dian Safitri, sebagai orang tua tunggal dari putranya yang kini berusia 8 tahun kembali ke Pangkalpinang. Kedatangan Dian, kali ini bukan hanya untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman. Tetapi meminta tanggung jawab dari ayah putranya, Adi Irawan, anggota DPRD Kota Pangkalpinang.

Pertemuan Dian dengan Adi dilakukan sehari sebelum lebaran dilakukan, membahas besaran nilai setiap bulan untuk menafkahi putranya. “Kami mau bentuk tanggung jawab dia sebagai papanya, setiap nafkahi. Tapi tidak ada kata sepakat,” cerita sumber media ini.

Redaksi telah menerima kabar tersebut 24 Juni 2025, tidak menindaklanjuti informasi dengan pertimbangan politis. Kemarin malam sumber media ini memastikan kebenaran informasi tadi.

“Selama ini bantuan diberikan tidak rutin. Diminta dulu baru ditransfer dan itu pun tidak langsung, atau slow respon,” sambung sumber tadi di Jl Kenangan nomor 250, Rawa Bangun, Taman Sari.

Sumber tadi menceritakan, selama ini Dian dan putranya tinggal di Surabaya. Tentu sebagai orang tua tunggal, tidak muda membebaskan anak 8 tahun terakhir. “Awalnya tinggal serumah di Bandung, karena orang tua mereka tidak setuju karena berbeda keyakinan (agama),” masih dikatakan sumber tadi.

Kepada wartawan Diani menunjukkan beberapa bukti komunikasi selama 8 tahun. Ada dikala anaknya sakit dengan biaya mencapai satu juta. Ia meminta bantuan dari Adi, walau tidak langsung direspon niainya berkisar Rp 400 – 500 ribu.

“Selama ini saya berusaha mengurus dan membesarkan anak ini sendiri. Saya meminta bantuan hanya ketika benar-benar tidak memiliki uang, terutama saat anak sakit dan membutuhkan perawatan medis,” ungkap Dian.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang, Adi Irawan ketika dikonfirmasi terkait beberapa pemberitaan terkait dirinya tidak mau berkomentar. “Tidak ada komentar, kalau memang masih mau bekawan,” jawabnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *