PALEMBANG, SEPUTARBABEL.COM– Terkait pemberitaan media online di Bangka Bellitung yang menyebut Pangdam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Ujang Darwis M.D. A pilih bungkam ditanya soal dugaan keterlibatan oknum Intel Kodam adalah pernyataan sepihak dari media.
Pangdam II/Sriwijaya mengatakan bukanlah bentuk pengabaian, melainkan sikap profesional untuk memberikan ruang bagi Polisi Militer (POM) bekerja tanpa intervensi opini publik.
” TNI memiliki aturan hukum disiplin dan pidana militer yang sangat ketat. Jika terbukti ada keterlibatan oknum dipastikan tindakan tegas akan diambil sesuai prosedur yang berlaku tanpa perlu gaduh di media.,” kata Kapendam, Letkol Inf Yordania, S.I.P., M.Si. dalam rilis yang diterima redaksi, Sabtu (3/1/2026).
Bahkan dugaan oknum Intel Kodam yang disebut media terlibat mengawal pasir timah sebanyak 10 ton pada 28 Desember 2025 ke smelter MGR juga tudingan tidak memilik dasar dan bukti yang kuat.
” Hasil konfirmasi yang kami dapat atas dugaaan keterlibatan oknum anggota tersebut sudah dilakukan pemeriksaan di Pomdam II/Sriwijaya dalam hasil periksa tidak di temukan bukti bukti kongkrit atas keterlibatan dalam oknum TNI dalam pengiriman biji timah kepabrik smelter MGR,” tegasnya.
Sementara itu, Gun, oknum Intel yang dituduh mengawal timah juga membantah tudingan media.
” Semenjak ada Satgas yang diterjunkan di Provinsi Bangka Belitung pengawasan timah yang ada di Babel tersebut sudah sangat terawasi dengan ketat. Dan apa bila ada indikasi keterlibatan saya selaku aparat monitor wilayah sah-sah saja untuk memonitor situasi. Seperti kejadian d ilapangan untuk antisipasi sebagau pulbaket wilayah untuk bahan laporan pimpinan,” ungkapnya, Sabtu (3/1/2026).
Dalam pemeriksaan, kata Gun, konfirmasi yang sudah dilakukan ke yang bersangkutan.
” Bahwa saya selaku aparat monitor wilayah tidak pernah melibatkan diri untuk aktivitas pertimahan baik itu tambang atau pun jual beli timah,” tegasnya.
Dikatakan Gun, dari pemberitaan yang menuding ada dugaan atas keterlibatan oknum anggota hanya omong kosong saja.
” Berita yang dibuat tersebut tidak disertai bukti-buktu, data dan fakta di lapangan adanya keterlibatan dalam pengiriman biji timah ke pabrik smelter MGR,” tandasnya. (Red)














