https://seputarbabel.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231120-WA0032.jpg

Jalan Rusak Parah, Warga Kelurahan Surya Timur Mintak Pertambangan Pasir Dihentikan

Sungailiat,Seputarbel.com — Kelurahan Surya Timur memanggil para penambangan pasir, pemanggilan tersebut terkait kerusakan jalan Kelurahan Surya Timur, Kecamatan Sungailait, Kabupaten Bangka, Kamis (25/4/24)

Selain para penambang hadir juga para perangkat Kelurahan, Perwakilan Dinas PUPR Bangka, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bhabinkamtibmas, Bhabinsa dan para tamu undangan lainya,

Menurut, PLH Lurah Surya Timur, Nurzal Aprizaldi SE,  dia memintak para penambang untuk menghentikan aktivitas tersebut mengingat jalan sudah ambruk, sehingga menggangu penguna jalan lainya,

“Kami dari kelurahan tidak ingin dianggap oleh masyarakat tidak bisa merawat aset daerah. Oleh sebab itu pertemuan hari ini harus mendapatkan solusi yang terbaik, karena saya tidak ingin aktivitas warga terganggu,” ujarnya Buyung sapaan akrab Nurzal Aprizaldi

Dikatakan Buyung pihaknya juga meminta untuk para pelaku tambang pasir turut membantu dalam memperbaiki jalan yang rusak. Lebih lanjut ia sampaikan hasil pertemuan tersebut nantinya akan di sampaikan ke Pj Bupati Bangka,

“Hasil dari pertemuan ini, nanti akan kami sampaikan ke PJ Bupati untuk meminta arahannya mengenai langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan,” kata Buyung

Dalam kesemlatan yang sama juga disampaikan Kabid Penataan Ruang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangka Bintoro, Ia justru lebih menyoroti terkait dengan perijinan dari aktivitas penambangan pasir tersebut. Menurutnya jika tidak sesuai dengan tata ruang maka tidak perlu lagi dilakukan pembahasan lebih lanjut.

“Karena dari penambangan pasir itu ada dampak tidak langsung yang dirasakan oleh warga.Jika aktivitas penambangan pasir itu ilegal, itu sudah menjadi ranah dari aparat penegak hukum untuk memprosesnya,” tuturnya.

Sementara itu selaku utusan Penambangan Pasir deket GOR,  Doni meminta ada solusi terbaik dari pihak kelurahan. Akan tetapi ketika disinggung mengenai masalah perijinan, dirinya tidak bisa menjawab dengan alasan baru beberapa hari bekerja.

“Kalau ingin lebih jelasnya, mungkin bisa ditanyakan langsung ke Pak Afuk saja. Saya diminta atasan saya datang kesini hanya untuk menyerap hasil dari pertemuan ini, dan untuk masalah yang lain-lainnya saya tidak tahu,” bebernya.

Sementara itu RT 03, Alisya menginginkan aktivitas tambang pasir milik Afuk dan Mengkiong dihentikan dulu karena kerusakan jalan untuk dilakukan perbaikan.

“Karena sudah banyak warga yang mengeluh ke saya, jadi saya berharap masalah ini cepat diselesaikan dan aktivitas warga tidak terganggu lagi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *