Gubernur Babel Divaksin Covid-19 Lagi

Seputarbabel.com, Bangka – 10.280 vaksin telah didistribusikan ke Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Senin (1/2/2021) pagi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H.C) Ir. Soekarno, Gubernur Babel Erzaldi Rosman kembali melakukan vaksinasi untuk fase distribusi termin 2. Erzaldi dan 13 orang pejabat dari unsur forkompinda, pimpinan intansi vertikal dan tokoh masyarkat divaksin.

0.5 ml dosis vaksin Covid-19 produksi Sinovac disuntikkan dr. Muhammad Nur Zacky ke pria pemilik tagline Bang ER ini. 6.019 orang terdiri atas pejabat publik dan tenaga kesehatan sudah mendapat suntikan vaksin yakni 45,69 persen dari target sasaran 13.027.

“Tidak semua orang boleh divaksin. Bagi yang pernah terpapar, orang yang memiliki komorbid (penyakit penyerta), auto imun maupun tidak memenuhi syarat lainnya, tidak boleh dilakukan vaksinasi. Semuanya itu akan diketahui melalui screening,” jelas Dedi, biasa ia disapa.

Pendistribusian vaksin Covid19 Babel termin 1, sebanyak 6.280 vial dan termin 2 sebanyak 4.000 vial. Termin pertama distribusi untuk 3 Kabupaten/Kota, Pangkalpinang sebanyak 4.760 vial, Kabupaten Bangka sebanyak 3.560 vial dan Belitung sebanyak 1.960 vial.

Termin kedua, kuota vaksi didistribusi ke seluruh Kabupaten/Kota. Kabupaten Bangka 2.720 vial, Bangka Barat, 2.640 vial, Bangka Tengah, 2.320 vial, Bangka Selatan, 2.240 vial, Belitung Timur, 2.200 vial, Belitung 800 vial dan Pangkalpinang 120 vial. “Kita harapa vaksinasi tahap dua akan berjalan lancar tanpa hambatan,” ujar Erzaldi.

Ia mengingatkan bagi mereka yang telah mendapatkan vaksin, tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Kita tetap harus menjalankan prokes. Dengan vaksin kita memang tidak mudah terpapar Covid-19, tapi jangan takabur, mentang – mentang sudah divaksin tidak menjalankan Prokes,” pinta orang nomor satu di Babel ini.

Dalam waktu dekat Gubernur akan kembali melakukan rapat koordinasi terkait penanganan Covid-19 di Babel. Karena setelah vaksinasi tahap pertama buat nakes, tahap selanjutkan dengan sasaran aparatur. Baik itu pegawai negeri sipil, anggota Polri dan TNI serta pegawai vertikal. “Sesuai aturan dari Kementerian Kesehatan, setelah vaksinasi Covid-19 dilakukan kepada ASN dan TNI/Polri, akan dilanjutkan ke masyarakat,” tambah Erzaldi.Berita Lain          Laman Awal          Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *