Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Eddy Iskandar melakukan rapat koordinasi dengan BUMD PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera. Ini dilakukan guna mencari peluang usaha, sehingga BUMD tidak menjadi beban bagi keuangan daerah.
“Kita melakukan rapat koordinasi dengan BUMD, PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera dan beberapa OPD, kita ingin melihat bagaimana peluang – peluang usaha yang bisa dilakukan BUMD juga menyingkronkan beberapa peraturan,” kata Eddy.

Ia membenarkan, jika rapat koordinasi tersebut dilakukan guna menjawab 2 surat dari PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera. Terkait permohonan pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan permohonan pengelolaan aset IN Radio. Hadir dalam rapat tersebut, pengurus BUMD dan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Babel.
Selain Inspektorat, Dinas Komunikasi dan Informasi, Biro Ekbang, Biro Hukum juga hadir langsung Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Babel, Yopi Wijaya. “Bukan hanya tidak menjadi beban daerah, kita harapkan BUMD kedepan bisa memberi return bagi pendapatan daerah,” harap Eddy.
Ditambahkan Eddy, harus ada kesamaan paham antara eksekutif dalam hal ini OPD dan legislatif. Dimana BUMD adalah bagian dari Pemerintah Daerah, karena itu harta kekayaan BUMD adalah aset daerah. “Studi kelayakan usaha yang mereka buat dan proyeksi ke depan apa yang akan dilakukan BUMD akan kita lihat. Tapi yang harus dipahami BUMD itu bagian dari pemerintah daerah, harta kekayaan BUMD itu adalah harta kekayaan daerah yang dipisahkan. Karena itu harus dapat dukungan dari OPD – OPD,” jelas Eddy.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera, Eka Mulya Putra akan mengawali kinerja BUMD dengan stategi bisnis realistis namun progresif. Sepertinya, BUMD akan memulai dengan mengoptimalkan pengelolaan aset Pemprov Babel. “Targetnya jelas, BUMD harus kembali sehat dan berkontribusi nyata bagi pendapatan daerah,”katanya setelah resmi memimpin BUMD Babel, November 2025.














