Aklamasi Langkah Konsolidasi 7 DPD II Partai Golkar di Babel, Malam Ini Adi Irawan Terakhir Rina Tarol

Ketua DPD I Partai Golkar Babel, Hidayat Arsani didampingi Ketua Harian, Heryawandi dan Ketua Terpilih Makmun serta Anggota Fraksi, Riza Fahriansyah

Seputarbabel.com, Bangka – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Bangka menjawab  pola konsolidasi 7 DPD II Partai Golkar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Walau pun Musda akan menyisakan DPD II Pangkalpinang malam ini dan Bangka Selatan, dalam bulan ini. Aklamasi akan menjadi langkah kongkrit Ketua DPD I Partai Golkar Babel, Hidayat Arsani.

Demisioner – Kepengurusan DPD II Partai Golkar Kabupaten Bangka, dengan Ketua DPD II Firmansyah Levi sebelum berakhir masa jabatan.

Dari hasil Musda 5 Kabupaten, semua ketua terpilih aklamasi. Ketua terpilih Bangka Barat, Deddy Wijaya, Ketua terpilih Bangka Tengah Batianus, kemarin 2 DPD II di Belitung dan tadi Makmun, semua terpilih aklamasi. Malam ini, Adi Irawan hampir dipastika aklamasi karena para bakal calon mengundurkan diri.

Berbeda dengan Musda Pangkalpinang, nama Rina Tarol justru disebut Dayat menjadi bakal calon ketua DPD II Bangka Selatan. Ini menjadi titah ‘Panglima’ Hidayat Arsani saat memberi arahan dan membuka Musda XI Partai Golkar Bangka, di ST12 Hotel, Sungailiat, Senin (16/2/2026) pagi. “Kalau Rina Tarol itu di Bangka Selatan,” bukanya dalam sambutan.

Dikonfirmasi usai acara, Dayat memastikan jika dinamika dan perbedaan pendapat, pasti terjadi. Ketika Musda dilaksanakan sudah harus satu warna, bila ketua terpilih sudah disahkan kembali menyatu.”Biasa itu ribut – ribut setelah itu kita kembali menyatukan. Setelah soliditas harus ada royalitas. Tinggal 2 Musda, Pangkalpinang malam ini dan terakhir Bangka Selatan,” jelasnya sembari memasuki mobil.

Sebelumnya Dayat mengatakan DPD I Partai Golkar Babel akan mengambil alih pelaksanaan Musda DPD II jika tidak tegal lurus. Langka ini menjadi cara terakhir yang akan diambil, bila pelaksanaan Musda tidak kourum. “Seperti di Belitung  (Musda Partai Golkar Belitung dan Belitung Timur), mau coba – coba gagalkan Musda. Emang gue pikirin, akhirnya 3 anggota dewannya minta maaf,” ceritanya.

Dayat memberi sinyal jika pelaksanaan Musda VI Pangkalpinang tidak terlaksana. Maka ada anggota fraksi dianggap melakukan provokasi, itu jadi dasar dinonaktifkan. “Kalau kita mau PAW langkahnya panjang. Tapi akan saya non job (nonaktif), jangan sebut nama saya Hidayat Arsani kalau kalian melawan tidak saya non job kan,” terang pria yang kerab disapa Panglima ini.

Menyinggung dinamika pelaksaan Musda VI Pangkalpinang, Ia tidak menyebut nama Adi. Diketahui Ketua Komisi III DPRD Pangkalpinang ini mengantongi surat dari DPP Partai Golkar. Kabarnya ini menjadi dasar Adi mendapat pengecualian terkait syarat sebagai kader partai yang tidak mungkin dipenuhinya. “PK (pengurus Kecamatan) harus satu warna,” ujar Dayat kepada 8 PK di Bangka saat memberi arahan.

Hanya saja, terkait pendaftaran Panitia Pengarah (SC) Musda VI Partai Golkar Kota bmengaku tidak punya kewenangan memberi keterangan ke publik. Terkait hasil verifikasi berkas bakal calon, begitu pun dengan berkas apa saja dan siapa memenuhi syarat akan dilaporkan saat Musda berlangsung.

Dayat pun mengungkap, jika tidak akan ada perombakan pimpinan fraksi. Sehingga ketua terpilih tidak mesti jadi ketua fraksi apalagi pimpinan komisi. “Musda ini didirikan untuk mendewasakan seseorang, saya sudah katakan ketua DPD (Kabupaten/Kota terpilih) tidak ada jaminan 5 tahun, hari ini saya lantik besok saya ganti bisa saja (terjadi),” bukanya tadi pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *