BANGKA TENGAH – Pokja Pangan, Industri Pertanian dan Kehutanan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Kamis (19/4/2018) siang mengunjungi Kebun Percontohan Lada yang ada di Desa Namang, Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Kunjungan Ketua Pokja Pangan, Industri dan Kehutanan KEIN Dr. Benny Pasaribu beserta rombongan ke Kebun Lada Percontohan Namang tersebut, didampingi langsung Wakil Gubernur (Wagub) Babel, Abdul Fatah.
Setiba di lokasi, Ketua Pokja Pangan, Industri dan Kehutanan KEIN bersama Wagub melihat langsung perkebunan lada di Namang yang siap panen. Setelah hampir 1,5 jam di perkebunan Lada, Ketua Pokja Pangan, Industri dan Kehutanan KEIN bersama Wagub melanjutkan kunjungan ke tempat pengolahan lada yang berada di kawasan Taman Makam Pahlawan Pawitralaya Pangkalanbaru Bangka Tengah.
Dr. Benny Pasaribu menjelaskan, kunjungan yang dilakukan ini, dalam rangka penyusunan roadmap industrialisasi, dimana dalam menyusun roadmap harus memiliki produk unggulan. KEIN telah menyusun roadmap tersebut dan telah disampaikan kepada Presiden.
“Kunjungan ini, ditugaskan Presiden dalam rangka membuat roadmap industrialisasi, karena KEIN sudah men-delivery kepada Presiden yang isinya terdiri dari 4 sektor yaitu Industri agro, maritim, industri pariwisata dan industri ekonomi kreatif,“ ungkap Benny.
Selain itu, Benny mengatakan, khusus untuk industri agro, Bangka Belitung memiliki potensi yang cukup besar dalam meningkatkan komoditas lada dan dikenal secara nasional dan dunia, karena lada merupakan produk rempah rempah yang memiliki kualitas terbaik dari Bangka Belitung.
“Kalau dicek secara nasional yang memiliki peran dunia salah satunya adalah komoditas rempah rempah adalah lada, dan kalau ditanya lada dari mana yaitu yang terbesar dari Bangka Belitung yang memiliki kualitas terbaik,“ Jelas Benny.
Kunjungan ini juga, kata Benny, sifatnya untuk membangkitkan para petani lada yang ada di Bangka Belitung, sehingga dengan meningkatkan produktivitasnya serta menjaga kualitas lada yang dihasilkan, akan menjadi prospek yang sangat baik bagi perekonomian di Bangka Belitung.
Sementara itu, Wagub Abdul Fatah menyebutkan, lada sudah dikenal sejak zaman dahulu. Dengan adanya komoditas lada berkualitas baik yang ada di Bangka Belitung, maka dikenalah Bangka Belitung sebagai penghasil lada terbaik di Indonesia.
Pemerintah, kata dia, telah melakukan usaha dalam meningkatkan kualitas lada yang ada di Bangka Belitung melalui kerjasama dan penelitian yang telah dilakukan di Universitas Gadjah Mada (UGM), sehingga kualitas lada yang akan dipasarkan keluar memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
“Pada saat ini, terkait dengan penyakit kuning, pangkal busuk, daun hitam telah dilakukan penelitian dan kajian dengan UGM. Kajian ini, akan memberikan manfaat bagi masayarakat petani lada di Bangka Belitung,“ ungkap Abdul Fatah.
Abdul Fatah mengharapkan kepada para petani lada yang ada di Bangka Belitung, agar melakukan usaha terbaik dalam menghasilkan produk lada yang dapat dijual dengan kualitas terbaik, sehingga dapat dipasarkan dengan baik keluar negeri.
Ditambahkan Abdul Fatah, pemerintah telah melakukan usaha dalam sosialisasi dan pelatihan pelatihan dalam meningkatkan kualitas lada dari Bangka Belitung, serta dengan adanya bibit lada yang berkualitas tinggi dapat menghasilkan lada dengan kualitas tinggi.
Pada kesempatan yang sama Ketua Dewan Rempah Indonesia Bangka Belitung Bayodandari mengajak kepada petani lada untuk meningkatkan lada yang dihasilkan petani, dan dalam penjualannya dapat dititipkan ke gudang melalui resi gudang sistem syariah.
Bayodandari juga berharap petani lada yang ada di Bangka Belitung meningkatkan sumberdaya manusia melalui sosialisasi dan pelatihan – pelatihan petani lada.
Ikut mendampingi kunjungan Pokja Pokja Pangan, Industri, Pertanian dan Kehutanan KEIN tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Babel Toni Batubara, Kadisperindag Babel Sunardi, dan Dewan Rempah Babel.












