Dari Gerobak Kayu, Kini ‘Bos Tempe’
Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Hasil pekerjaan apa pun selama ketekunan menjadi prinsip, dipastikan akan memberikan hasil progresif. Siapa sangka pemilik usaha pengerajin tempe, yang hanya menggunakan gerobak kayu mengantar hasil produksinya ke pasar. Sujak kini salah satu pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) alias ‘bos tempe’ sukses.
Dulu usahanya dilakukan sendiri, dari mulai membut hingga menjualnya menggunakan gerobak kayu keliling. Namun kini dirinya tinggal mendistribusikan tempe menggunakan mobil. “Saat awal merintis usaha, saya menjual hasil produksi ke pasar menggunakan gerobak kayu, namun sekarang saya sudah menggunakan mobil sehingga tidak capek seperti dulu,” kenangnya.
Insya Allah, tahun ini Sujak dan istrinya akan menunaikan ibadah haji guna memenuhi rukun Islam ke 5. Sejak tahun 2000 usahanya mulai dirintis, ketekunannya membawa meningkatkan produktifitas usaha. Dari program kemitraan PT Timah Tbk, selain pinjaman modal Sujak mendapat bantuan mesin pemecah kacang kedelai. “Sebelumnya, kacang kedelai dipecah secara manual,” ceritanya.
Dengan bantuam mesin pemecah kacang kedelai dari PT Timah, pekerjaan produksi lebih mudah. Selain kualitas makin terjaga karena tidak terkontaminasi kuman, waktu produksi lebih singkat. Jika sebelum hanya mampu memproduksi 10 kilogram (Kg) sehari, kini sehari butuh 200 Kg kacang kedelai. “Dulu modal terbatas, sejak ada program bantuan ini sehari 200 kilo,” buka Sujak yang kini punya 4 pekerja.
Dari usaha miliknya yang telah berjalan 17 tahun, Sujak merasakan betul tingkat kesejahteraan keluarganya meningkat. Bantuan modal bergulir harus terus dilakukan, karena berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi. “Kalau UMKM berkembang maka perekonomian juga ikut berkembang, jadi saya berharap agar PT Timah tidak menghilangkan program mitra binaan,” ucapnya.












