Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Walikota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif bersama warga Nahdlatul Ulama (NU) Kota Pangkalpinang. Sabtu (24/10/2026) menggelar Istighosa Qubro, Tausyiah Kebangsaan dan santuni 64 kaum duafa. Hasilnya, Mingggu (25/10/2026) siang pukul 11.19 WIB, hujan basahi pusat kota selama satu jam.
PCNU Pangkalpinang menggelar acara tadi di Pondok Pesantren Assalafiyah Nurul Hidayah, Girimaya. Kegiatan ini untuk menutup berbagai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional. Ini disampaikan Plh Sekda Pangkalpinang, Syarli Nopriansyah.
“Alhamdulillah hari ini Hujan turun di Kota Pangkalpinang, terkabulnya doa seluruh warga pangkal pinang. Semalam PCNU bersama pak Walikota Prof Udin memang menggelar acara Istighosa Qubro, Tausyiah juga santunan. Itu peringatan Hari Santri Nasional,” jelas Syarli dihubungi tadi sore.
Ia pun menyampaikan harapan dari Walikota agar hujan hari ini menjadi pertanda kemarau akan berakhir. Syarli juga berharap agar warga menjaga dan memastikan aliran saluran air di lingkungan mereka tidak tersumbat. “Pak Walikota Prof Udin juga berpesan terus kedepankan gotong royong dan kerja bakti,” harap Syarli.
Syarli juga mengatakan hujan hari di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Menjadi tanda keberkahan buat kemajuan Kota Pangkalpinang.”Semoga hujan membawa keberkahan buat kita semua, buat masyarakat Pangkalpinang,” sambung Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkot Pangkalpinang ini.
Hadir Walikota bersama Syarli mengikuti acara penutupan peringatan Hari Santri oleh PCNU Pangkalpinang. Hadir Sekretaris Tanfidziah PWNU Babel, H Darwis Netta, dalam sambutan ia menekankan nilai utama dari peringatan Hari Santri tahun ini adalah keberanian agar hadir dan membantu masyarakat keluar dari himpitan ekonomi.
Acara diawali dengan pembacaan mahalul qiyam dan Istighosah Qubro pimpinan Ustadz Andi Usman serta Tausiyah Kebangsaan oleh Ustadz Ichsan Habibi. Baru kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis dan doa bersama untuk kebaikan serta keberkahan Kota Pangkalpinang.
“Semangat kita hari ini bukan lagi melawan penjajah fisik, tetapi berjuang keluar dari himpitan persoalan di sekitar kita, terutama masalah ekonomi. Aksi kepedulian dan aksi nyata seperti santunan ini adalah bukti bahwa PCNU hadir menyemangati warga dan membantu sesama,” ujar Darwis.

Perlu diketahui, Hari Santri bagi nahdliyin lahir dari Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Saat itu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari menyerukan kewajiban membela tanah air. Seruan itu menggerakkan santri dan ulama berdiri di garis depan mempertahankan kemerdekaan. “Kalau sekarang, bagaimana masalah ekonomi tidak lagi jadi himpitan warga. Itu harus kita perjuangkan,” kata Darwis.
Hadir pula dalam kegiatan tadi Rois Syuriah PCNU Pangkalpinang, KH Tumiran Ganefo, Ketua Tanfidziah KH Firmantasi, Sekretaris Tanfidziah A Sukri Ahkap. Mereka bersama dengan Walikota, Plh Sekda dan Darwis juga santuni 64 kaum duafa. KH Firmantasi saat sambutan menyampaikan fungsi pesantren dan lembaga keagamaan di bawah naungan NU. Kini tidak terbatas pada pendidikan dan dakwah, tetapi juga pemberdayaan serta kepedulian sosial masyarakat.












