Seputarbabel.com, Pangkalpinang- Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), melakukan survei nasional bertajuk “Efek Tahu Gibran dan AHY pada Elektabilitas Mereka”. Jika Dedi Mulyadi tidak maju dalam persaingan calon presiden, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) unggul atas Gibran Rakabuming Raka dan Prabowo Subianto. Tidak hanya saat kalangan pemilih yang mengenal ketiganya, AHY juga paling disukai saat angka di kenal paling renda.
Survei dilakukan 1 – 10 Oktober 2026 ini disampaikan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, Kamis (22/10/2026) lalu. Dari sisi dikenalan, lanjut Deni, AHY memang tertinggal. Ia baru dikenal 70 persen warga, sementara Gibran dikenal 97 persen dan Prabowo 99 persen.

Tetapi AHY paling disukai di antara ketiganya, 77 persen menyatakan suka pada AHY dan hanya 14 persen tidak suka. Gibran disukai 66 persen dan tidak disukai 29 persen, sedangkan Prabowo disukai 63 persen dan tidak disukai 33 persen.
Karena itu, ketika analisis dibatasi hanya pada yang mengenal ketiga tokoh, posisi AHY berubah paling besar. Dukungannya naik 9 poin dibanding hasil di antara semua responden. Gibran justru turun 4,2 poin dan Prabowo turun 3,5 poin. Yang belum menentukan pilihan di kelompok ini 18,1 persen.
“Begitu AHY dikenal sama luasnya dengan Gibran, AHY melejit dan mengalahkan Gibran dan Prabowo,” kata Deni.

Pola serupa muncul dalam simulasi head to head antara AHY dan Gibran. Di antara semua responden, AHY mendapat 41,6 persen dan Gibran 36 persen, dengan 22,4 persen yang belum menentukan pilihan. Di kalangan pemilih yang mengenal keduanya, jarak itu melebar: AHY naik menjadi 51,1 persen, sementara Gibran turun menjadi 28,7 persen. Yang belum menentukan pilihan 20,3 persen.
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih saat pemilihan umum. Populasi dibagi menjadi dua kelompok (subpopulasi), yakni pemilik handphone, 1013 orang dipilih secara acak dengan metode double sampling dan responden diwawancara lewat telepon. Sementara pada subpopulasi tidak punya handphone, sampel sebanyak 200 orang dipilih secara acak dengan metode stratified multistage random sampling.

“Sampel kedua responden diwawancara secara tatap muka. Total sampel yang diwawancara sebanyak 1213 responden. Margin of error survei diperkirakan +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling,” papar Deni.












