2027, Rudianto Tjen Akan Perjuangkan Anggaran Hingga Masalah Antrian 

Reses DPR RI Dapil Babel

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Anggota DPR RI, daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rudianto Tjen seminggu ini melakukan ageda reses. Berbagai masalah yang dirasakan rakyat dapat diserap, sehingga akan diperjuangkan. Baik itu berupa anggaran maupun tata kelola atau kebijakan ditingkat Kementerian terkait, artian kendaraan pada SPBU di Babel.

Rudianto Tjen menyampaikan terkait berbagai kondisi yang sangat dirasakan masyarakat, satu diantaranya terkait usulan anggaran APBN 2027. “Saya akan memastikan agar 2027 dapat dianggarkan untuk penanganan pencegahan akibat kemarau panjang efek elnino,” ujarnya, Kamis (22/10/2026) di Bangka Tengah.

Rudianto Tjen Bersama Fraksi DPRD dan DPC PDI Perjuangan ketika Reses di Bangka Tenga, Kamis (22/10/2026) lalu

Ia juga akan melakukan komunikasi antar anggota fraksi lintas komisi, agar ada program untuk masyarakat di daerah rawan ketika terjadi kemarau. “Paling tidak saya akan bicarakan kepada kawan – kawan di Komisi V agar sumber – sumber untuk rakyat, dimana daerah – daerah kritis saat kemarau ada dapat program,” sambung Rutjen, begitu singkatan namanya.

Rudianto menegaskan kegiatan reses menjadi kesempatan penting untuk menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat. Sehingga dirinya sebagai wakil rakyat mampu menghimpun apa yang menjadi masalah di tingkat akar rumput. “Nanti saya akan tanya kepada teman – teman (Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten/Kota) apa yang disampaikan melalui mereka,” tambah aggota Komisi I DPR RI ini.

Ia pun mengingatkan pemerintah dalam hal ini Pertamina, SKK Migas, Kementerian ESDM dan kementerian koordinator terkait. Agar dapat menemukan dan menyelesaikan penyebab dari antrean BBM subsidi pada SPBU di Babel. “Ini ada masalah, antrean di SPBU jangan dibiarkan jangan ditambah kesusahan rakyat,” keluh Rudianto kepada media ini, Sabtu (24/10/2026) pagi.

Bahkan Rutjen pun bercerita antrian yang ia saksikan saat dalam perjalanan hingga ke Toboali dari Pangkalpinang. Ternyata itu harus membuat masyarakat mengorbankan waktu istirahat dikala subuh. “Untuk ngantri BBM ini rakyat kita sudah mulai pukul 3.30 WIB hingga pukul 4.00 WIB, bahkan di Belitung ada yang antri hari ini baru besok dapat BBM nya,” ungkap pengurus DPP PDI Perjuangan ini.

Imam Wahyudi Ketika Mendampingi Rudianto Tjen

Sementara itu Direktur Rudi Center, Imam Wahyudi, Rudi Center bersama DPC PDI Perjuangan memiliki program pengangan sementara. Berupa Unit Reaksi Cepat Air Mandi, setelah sebelumnya membangun beberapa sumber air (sumur bor) untuk rakyat.

“Kalau itu kan kita lakukan bersama struktur PAC dan Ranting bekerja sama dengan DPC PDI Perjuangan. Kalau yang hasil reses ini, ada berupa program dari pemerintah pusat untuk menangani masalah rakyat saat kemarau,” jelas Sekretaris DPD PDI Perjuangan Babel, Imam Wahyudi.

Ia pun menegaskan program gotong royong, bakti sosial, bagi sembako dan penanganan air mandi dilakukan. Karena mereka menyerap aspirasi masyarakat dan mendengar keluhan rakyat. “Sehingga kalau di 5 tahun belakang kita bangun sumur bor, sekarang kita punya mobil untuk distribusikan air mandi ke rumah warga,” cerita Imam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *