Buka Ruang Politik untuk Gen Z, Marianto : Utamakan Gagasan, Bukan Transaksi

BANGKA,SEPUTARBABEL.COM  – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangka sekaligus Ketua Fraksi PKS, Marianto, S.Sos., M.AP., mendorong generasi Z tidak menjauhi dunia politik. Menurutnya, anak muda harus berani masuk dan memahami politik dengan membawa ide serta gagasan.

Hal itu disampaikan Marianto saat menjadi narasumber dalam kegiatan diskusi pendidikan dan kepemimpinan yang digelar Thinks Leaders Indonesia di Kabupaten Bangka. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 pelajar dan mahasiswa dari sejumlah sekolah dan perguruan tinggi.

Dalam diskusi itu, peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga aktif melontarkan pertanyaan. Beragam isu dibahas, mulai dari politik, ekonomi, kepemimpinan hingga keterlibatan anak muda dalam persoalan publik.

Marianto menilai antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki kepedulian terhadap masa depan daerah. Mereka, kata dia, hanya perlu diberi ruang yang cukup untuk menyampaikan pemikiran.

“Anak-anak muda harus dibiasakan berpikir kritis. Berani bertanya, berani berbeda pendapat dan yang paling penting berani menyampaikan gagasan,” ujar Marianto.

Menurutnya, generasi Z saat ini memiliki keunggulan karena tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi. Namun, derasnya informasi juga harus diimbangi kemampuan untuk memilah dan menguji kebenarannya.

“Informasi sekarang sangat mudah didapat. Tapi jangan semua informasi langsung dipercaya. Harus ada proses berpikir, melihat data dan memahami persoalannya,” katanya.

Marianto: Jangan Alergi Politik

Marianto juga mengingatkan generasi muda agar tidak memandang politik sebatas perebutan kekuasaan ataupun kepentingan transaksional.

Ia justru mengajak Gen Z melihat politik sebagai salah satu ruang untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Politik jangan hanya dipahami sebagai perebutan kekuasaan atau kepentingan sesaat. Politik seharusnya menjadi jalan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui ide dan gagasan,” tegasnya.

Ia menilai keterlibatan anak muda dalam politik menjadi penting karena berbagai kebijakan publik yang dibuat pemerintah pada akhirnya juga akan berdampak langsung kepada generasi muda.

“Kalau anak muda menjauh dari politik, ruang itu akan diisi oleh orang lain. Karena itu, generasi muda harus mulai memahami politik sejak sekarang,” ucapnya.

Marianto juga mendorong para pelajar dan mahasiswa memanfaatkan media sosial secara lebih produktif. Menurutnya, platform digital dapat menjadi ruang bagi Gen Z untuk menyampaikan gagasan sekaligus mengkritisi kebijakan publik.

“Bangun kanal-kanal informasi yang sehat. Jadikan sebagai tempat untuk berdiskusi, menyampaikan ide dan mengkritisi kebijakan dengan cara yang rasional. Jangan hanya menjadi tempat menyebarkan informasi tanpa dasar,” katanya.

Gen Z Perlu Ruang Berdiskusi

Kegiatan tersebut dikoordinasikan Manajer Thinks Leaders Indonesia, Yassar. Sementara diskusi dipandu Tenaga Ahli Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bangka, Boy Karolta, S.Psi.

Boy menilai respons peserta selama diskusi menunjukkan tingginya ketertarikan generasi muda terhadap isu politik dan kepemimpinan.

“Kita melihat anak-anak muda ini punya banyak pertanyaan dan pemikiran. Mereka hanya membutuhkan ruang untuk menyampaikan dan mendiskusikannya,” ujar Boy.

Menurutnya, dialog antara generasi muda dan para pengambil kebijakan perlu terus diperbanyak. Dengan begitu kata Marianto, anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat ikut memahami sekaligus memberikan kontribusi terhadap persoalan di daerah.

Marianto kembali mengajak Gen Z membangun budaya politik yang lebih rasional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Jangan berpikir bahwa politik itu selalu transaksional dan pragmatis. Kita harus mulai membangun politik yang rasional, politik yang berbicara tentang apa yang bisa kita lakukan untuk masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *