Group WA Ngopi Bantu Galang Dana Buat Rianti

Komunitas Gruop WA Ngopi Bantu Galang Dana Buat Rianti

Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Rianti putri pasangan Arianto dan Rinawati warga Desa mangkol, Pangkalan Baru, Bangka Tengah (Bangka Tengah), diketahui menderita leukimia setelah dirujuk ke RSK Bhakti Wara Kamis (22/12/2017) lalu. Kondisi ekonomi orang tuanya, membuat putri berumur 2 tahun ini menjadi beban mengingat ayahnya pekerja lepas dengan gaji tidak pasti.

Dimotori oleh pimpinan media online di Pangkalpinang, Tomo Yuda Prawira bersama bebera koleganya di Grup Whatsapp “Ngopi”, menggalang dana bantuan untuk Rianti. Dengan beranggotakan 186 orang, ada sekitar 40 orang di grup ngobrol penuh inspirasi (Ngopi) menyisikan rezekinya.  Koordinator penggalangan dana, Hendri mengatakan uang terkumpul Rp 7 juta. “Alhamdulillah kawan – kawan di grup ngopi sangat respon, nanti kalau sudah lengkap akan kita berikan ke orang tua dek Rianti,” katanya.

Rianti mendapat rujukan dari puskesmas ke RSK Bhakti Wara sejak Kamis (22/12/2017), BPJS putri berumur 2 tahun ini sedang dalam proses baru keluar 2 Januari 2018 mendatang. Karena penghasilan ayahnya tidak menentu, biaya perawatan sehari Rp 150 ribu sangat memberatkan orang tuanya. “Awalnya kami pikir hanya demam biasa, namun hasil dari rumah sakit (RSK Bhakti Wara) ternyata Leukimia,” cerita Arianto.

Tidak hanya grup Ngopi, komunitas di media sosial whatsapp yang peduli Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) pun ikut melakukan penggalangan bersama komunitas “Sedekah Jamaah”. Penggalangan dana di perempatan Jl Masjid Jamik dan Jl Jendral Sudirman dilakukan Sedekah Jamaah dan Mahasiswa UBB, untuk Rianti penderita leukimia serta kelainan tulang belakang ini.

Aksi ini sebagai wujud kepedulian mereka terhadap sesama, karena Rianti bukan dari kalangan keluarga sejahtera dan dinilai minim secara ekonomi. Membuat komunitas Sedekah Jamaah dan Departemen Pengabdi Rakyat merasa perlu melakukan kerja nyata. “Aksi penggalangan dana ini akan terus kami lakukan agar dapat membantu orang tua balita tersebut dalam biaya proses pengobatan,” ungkap Eci Selpi, ketua komunitas Sedekah Jamaah.(riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *