Seputarbabel.com, Pangkalpinang – Menciptakan kondisi keamanan dan keteriban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, tadi pagi di Warkopies Jalan MH Muhindin Kelurahan Jamik, digelar Warkop Kamtibmas. Bertema “Ngopi nyantai same – same Kapolres Pangkalpinang, kite bekisah Kamtibmas”, menjadi penting agar terbangun komunikasi dan informasi yang harmonis. Sehingga dapat menditeksi segera berbagai gejolak di masyarakat.
Kapolres Pangkalpinang AKBP Noveriko Alfred Siregar, menjelaskan hal ini, karena menurutnya. Dengan komunikasi yang baik antara polisi, masyarakat dan pemerintah, akan membangun jaring informasi dua arah. Sehingga berbagai gejolak sosial di masyarakat dapat terditeksi dan cepat diantisipasi. “Dengan adanya acara seprti ini (ngopi bareng) kita saling berbagi informasi, memberikan saran dan masukan untuk menciptakan kondisi yang kondusif di Kota Pangkalpinang,” ujarnya.
Acara yang di inisasi oleh Kasat Intelkam Pangkalpinang, AKP Adi Putra, selain membahas situasi kamtibmas menjelang natal dan tahun baru 2018. Juga membicarakan siaga bencana karena, cuaca saat ini membuat Pangkalpinang rawan banjir. Diketahui jika pihak Polres Pangkalpinang, rutin melakukan monitoring aliran sungai dan daerah rawan banjir.
Hadir tadi pagi diantaranya, Kabinda Babel Drs Zulqurnaen, Ketua DPRD Kota, Achmad Subari, Kasdim 0413/Bangka Mayor Agung W Palupi, Ketua Panwaslu Kota Pangkalpinang Ibu Ida Kumala, Komisioner KPU Kota Pangkalpinang Yusmiardi, Kasat Pol PP Pangkalpinang Rasdian Setiadi dan ketua OKP, Ormas, Organisasi Keagamaan dan Ketua FKUB Kota Pangkalpinang H Kholil Mahfud, serta Kepala BPBD Pangkalping Mikron Antariksa.
Kapolres juga menginformasikan, bahwa akan membebaskan kendaraan bermotor di sekitar Alun – alun Taman Merdeka, pada malam tahun baru. “Mengantisipasi kemacetan kita akan bebaskan kendaraan bermotor, sampai saat ini kondisi keamanan masih Kondusif, namun kita akan siaga dengan menempatkan anggota di tempat – tempat ibadah,” jelasnya.
Ilegal Mining Timbulkan Konflik Sosial
Bukan sekali aktivitas tambang ilegal menjadi pemicu konflik sosial di masyarakat, potensi tersebut terjadi akibat proses pembiayaran karena kegiatan ilegal terus ada. Anggota dari paguyuban, di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) H WFM Nasution melaporkan adanya aktivitas Tambang Ilegal (TI) Invenkonsional di dekat tempat ibadah. “Aktivitas TI dekat masjid di Pancur tentu akan mengganggu jalannya ibadah, ditakutan adanya gesekan dengan warga sekitar,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut Kapolres mengatakan pihaknya sudah sering mengambil tindakan dan penertiban. Terkait potensi konflik antar penambang dan masyarakat, dihimbau agar mengedepankan musyawarah dalam setiap permasalahan. “Tentunya kejadian di Bangka Barat jangan sampai terjadi di Pangkalpinang, kami juga mendapatkan informasi penambang eks Tempilang sudah ada yang masuk ke wilayah hukum Polres Pangkalpinang namun sudah kami lakukan pendekatan,” terangnya.(riz)












