BANGKA,SEPUTARBABEL.COM — Polsek Belinyu menertibkan aktivitas tambang timah jenis rajuk tower yang beroperasi di dekat pangkalan perahu nelayan di Dusun Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Rabu (11/3/2026) sore.
Penertiban dilakukan oleh tim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Belinyu Ipda Mario Michael Tambunan bersama Panit II Opsnal Reskrim, personel Unit Intelkam, serta personel piket Polsek Belinyu.
Dalam kegiatan tersebut, polisi mengamankan dua unit mesin diesel yang digunakan untuk aktivitas penambangan timah di lokasi.
Diketahui, tambang tersebut milik seorang warga berinisial KM (50). Sementara para pekerja yang berada di lokasi merupakan warga setempat yang bekerja sebagai buruh harian lepas.
Kapolsek Belinyu AKP Rizky Yanuar Hernanda seizin Kapolres Bangka menjelaskan, penertiban dilakukan karena sebelumnya pihak kepolisian telah memberikan peringatan kepada pemilik tambang.
Menurutnya, pemilik tambang juga sempat dipanggil dan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak lagi melakukan aktivitas penambangan di lokasi tersebut.
“Namun yang bersangkutan kembali melakukan aktivitas penambangan. Selain itu, penertiban ini juga dilakukan setelah adanya laporan dari salah seorang nelayan setempat terkait aktivitas tambang yang masih beroperasi di sekitar pangkalan perahu nelayan,” ujar Rizky.
Ia menambahkan, selama proses penertiban berlangsung situasi berjalan aman dan kondusif tanpa adanya penolakan dari pemilik maupun pekerja tambang.
Barang bukti berupa dua unit mesin diesel kini telah diamankan di Polsek Belinyu. Selanjutnya, Unit Reskrim Polsek Belinyu akan berkoordinasi dengan Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Bangka untuk penanganan lebih lanjut.
Rizky juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin, terutama di lokasi yang dapat mengganggu aktivitas nelayan maupun masyarakat sekitar.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan penambangan ilegal. Selain melanggar hukum, kegiatan tersebut juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya nelayan di sekitar pangkalan perahu,” tegasnya.













