Seputarbabel.com, Pangkalpinang- Program Gerakan Nanam Cabe Rakyat (Gencar), sebuah gerakan ketahanan pangan berbasis rumah tangga, terus berjalan. Selasa (27/1/2026) di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Pempro Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dilakukan evaluasi. Ini salah satu upaya Gubernur Babel, Hidayat Arsani untuk menekan inflasi.
Mengingat fluktuatif harga cabai, menjadi salah satu pemicu inflasi. Pemprov Babel terus berupaya agar gerakan ini berhasil. Sejak 10 hari setelah dicanangkan Gubernur Babel, telah didistribusikan 64 ribu bibit cabai. “Dari data pak RW (rukun warga) ada 54 ribu itu sudah di share mayoritas di Pangkalpinang dan 10 ribu di Kabupaten Bangka,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Yopi Wijaya.
Hadir dalam evaluasi Kepala BPBD Babel, Budi Utama dan Plt Kepala Dinas Sosial PMD Babel, Dora Wardani sebagai leading sektor. Yopi ingatkan Gerakan ini mendorong masyarakat menanam cabai secara mandiri. “Program gencar ini inisiatif pak Gubernur, tujuannya mengurangi ketergantungan pembelian di pasar,” terang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Babel ini.
Perlu diketahui program Gencar mulai digagas untuk mengatasi lonjakan harga cabai sebagai salah satu pemicu inflasi. Memenuhi kebutuhan bumbu dapur secara mandiri. “Mengoptimalkan pekarangan rumah yakhi urban farming dan bentuk ekonomi kreatif karena mengurangi pengeluaran belanja rumah tangga dan berpotensi meningkatkan pendapatan,” tambah Yopi.
Gubernur Babel, Hidayat Arsani menyampaikan Gencar merupakan kebijakan inovasi Pemprov Babel. Mengedepankan penguatan ketahanan pangan berbasis keluarga, ini sejalan dengan visi mewujudkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang Berdaya Saing, Berbudaya, Mandiri, dan Sejahtera.
“Tiap rumah kita kasih 10 bibit cabai yang bentar agik lah berbuah, 1 RT ada 20 rumah. Pekarangan rumah jadi ada manfaat. Masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur sendiri, tetapi juga ikut memperkuat ketahanan pangan daerah,” jelasnya.
Sebelumnya, Dayat menyampaikan menanam cabai di rumah bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan gerakan kolektif membangun kemandirian pangan dan ekonomi keluarga. Melalui Program Gencar Pemprov Babel menargetkan pembagian 150 ribu tanaman cabai kepada masyarakat di seluruh wilayah Bangka Belitung. “Nanti akan kita evaluasi. Yang hasilnya bagus, akan kita beri bonus,” katanya.
Gubernur juga menegaskan bahwa Program Gencar sejalan dengan kebijakan nasional ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. “Kita ingin pangan dihasilkan dari daerah sendiri. Mudah-mudahan Program Gencar ini terus berjalan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat selama saya menjabat,” harap Dayat.














