Belitung, seputarbabel.com – Proyek peningkatan jalan komplek Pelabuhan Perikanan Nusantara Tanjungpandan Kabupaten Belitung, saat ini sudah mulai tahap pengerjaan.
Proyek APBN itu dikerjaan oleh CV Bersatu Bangun Persada dan konsultan supervisi PT Giri Waras. Dan waktu pelaksaannya 150 hari kalender dengan nilai kontrak 1.488.653.000,-.
Rehabilitasi proyek jalan PPN Tanjungpandan sangat membantu nelayan, pengusaha Unit Pengelolaan Ikan (UPI) maupun pihak lainnya diwilayah itu dalam menjalankan aktivitas di pelabuhan.
Pembangunan tersebut tentu memberikan dampak bagi daerah, salah satunya dampak positif.
Jasman SE pengurus HNSI Belitung, pada Rabu (23/6) menyampaikan jalan dilingkup pelabuhan perikanan itu sudah sangat layak untuk diperbaiki, sebab kondisinya beberapa tahun terahir terlihat rusak parah.
Menurutnya proyek perbaikan jalan ini akan menjadi referensi bagi Kementerian KP kedepannya.
“Harapannya dikerjakan dengan hasil terbaik, tentunya sesuai rencana anggaran pelaksaan (RAB) yang telah dikeluarkan oleh negara, agar memudahkan PPN Tanjungpandan untuk menganalisa perbaikan yang dibutuhkan dalam hal lainnya,” ucapnya.
Sebelumnya, Maret 2021 Ia (Jasman-red) juga pernah menyinggung tentang wacana pemindahan pelabuhan PNN ke Desa Munsang, Kecamatan Sijuk. Dalam penjelasannya, wacana itu perlu dikaji lebih matang, layak tidaknya PPN dipindahkan ataupun dikembangkan menjadi PPS.
Melihat pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, ada baiknya PPN Tanjungpandan cukup melakukan perbaikan saja di PPN Tannungpandan secara bertahap, agar nelayan dan mitranya dapat menjalankan aktiivitasnya.
“Ada baiknya dilakukan perbaikan bertahap saja, kesampingkan dulu bahasa peningkatan ataupun pengembangan PPN menjadi PPS itu. Mengingat situasi pandemi covid-19 saat ini belum stabil. Negara masih sangat membutuhkan banyak dana untuk meminimalisir wabah pandemi itu,” pungkasnya.
Dimasa pandemi ini, PPN Tanjungpandan baru sekali ini menggunakan anggaran APBN untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang dibutuhkan untuk kelancaran aktivitas di PPN.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diperbaiki di PPN itu, seperti instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), perbaikan dermaga, perbaikan ruko/gudang, perbaikan jalan lainnya di kawasan itu dan lainnya, masih menjadi kajian pihak pemerintah, PPN Tanjungpandan maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Proyek ini merupakan tahap awal sebagai dasar kajian bagi Menteri KP juga untuk melanjutkan perbaikan dalam hal lainnya. Artinya harapan HNSI sebagai mitra Menteri KP, semoga proyek itu dikerjakan dengan hasil terbaik (sesuai RABnya),” tegasnya.
Lanjutnya, Bila hasil pengerjaan jalannya baik, tentu menjadi modal bagi Kementerian KP untuk mempertimbangkan perbaikan proyek lainnya di PPN Tanjungpandan.
“Proyek itu perlu di kontrol juga oleh semua pihak terkait khususnya, baik saat pengerjaan maupun setelah selesai,” tutup pria berkulit hitam manis itu.












