https://seputarbabel.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231120-WA0032.jpg

Terjadi Byar Pet Lagi, Mabmi KBB Sambangi PLN UIW KBB

Pangkalpinang – Pemadaman listrik secara bergilir yang dilakukan PLN Wilayah Kepulauan Bangka Belitung kembali terjadi, mirisnya, Pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap tahun dan selalu bertepatan dengan bulan suci ramadhan umat muslim.

Menyikapi hal tersebut, Pengurus Wilayah Majlis Adat Budaya Melayu indonesia ( MABMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (KBB) yang diketuai oleh Datuk Marwan Alja’fari DPMP, tak tinggal diam, bersama pengurus dan anggota MABMI KBB bergerak mendatangi Kantor PLN Unit Induk Wilayah (UIW), jumat (24/03/2023).

Ketua MABMI KBB Datuk Marwan Alja’fari DPMP, sangat menyayangkan, sebab, insiden pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap tahun dan selalu bertepatan pada saat bulan suci ramadhan.

Ia menambahkan, saat ini penduduk di Kepulauan Bangka Belitung (KBB) berjumlah sekitar 1,46 juta jiwa, yang terdiri dari 1,31 juta beragama islam, berarti sekitar 89,99 persen itu beragama islam /orang Melayu.

” Mengapa pemadaman / mati lampu setiap ramadhan tiba, apakah PLN perusahaan negara yang anti islam “, tanyanya, saat berdialog dan beraudensi dengan Pihak PT. PLN UIW KBB, jumat (24/03/2023).

Dihadapan pihak PLN, Para Pengurus MABMI KBB pun terus melontarkan berbagai pertanyaan terkait atas sering terjadinya pemadaman listrik di KBB.

Seperti, langkah-langkah atau strategi yang akan dilakukan pihak PLN dalam mengantisipasi terhadap sistem interkoneksi kabel bawah laut antara Sumsel – Bangka, sehingga diharapkan tidak terjadi lagi pemadaman bergilir di KBB.

Tak hanya itu, Pelayanan PLN terhadap masyarakat dirasakan kurang optimal, menurut MABMI KBB, dengan sering terjadinya pemadaman listrik dari PLN maka banyaknya keluhan dari masyarakat yang mengeluhkan rusaknya peralatan elektronik dan segala aktivitas di masyarakat terganggu yang berdampak terhadap penurunan ekonomi masyarakat.

“apakah KBB akan menjadi provinsi yg tergantung dg sumsel, kalau sumsel rusak PLN nya maka Provinsi KBB akan ikut menanggung menderita / mati lampu”, tuturnya.

Selain itu, Mambi KBB pun menyikapi terhadap perencanaan teknologi PLN terkait robohnya lima tower transimisi interkoneksi kabel bawah laut Sumatra-bangka.

” Bagaimana Perencanaan kekuatan Teknologi PLN yang menggunakan kabel bawah laut, kalau ada cuaca ektrim, tower langsung roboh, berarti kekuatan perencanaan kekuatan teknologi nya tidak di perhitungkan dari awal”, terangnya.

” Bagaimana tanggung jawab PLN terhadap rusak nya perabotan elektronik para konsumen apakah PLN membiarkan begitu saja tanpa merasa bersalah. begitu juga dengan ikan-hias hias “, pungkasnya.

Jadwal Pemadaman secara bergilir yang diedarkan pihak PLN pun menjadi sorotan Mabmi KBB, pasalnya, jadwal tersebut terkadang tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Mabmi berharap agar pelayanan PLN dapat menerapkan pelayanan yang lebih optimal.

“Kenapa jadwal pemadaman bergilir yang di edarkan tidak sesuai dg jadwal, apakah Pln sengaja ingin membuat kebohongan publik, ditengah kebingungan nya”, imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan penjelasan dari Pihak PLN, bahwa PLN Mengalami devisit daya sekitar 62 mw, hal tersebut diakibatkan robohnya 5 tower transmisi kabel bawah laut yang ada dijalur Kenteng-Tanjung Api-api Sumatera Selatan.

Hingga saat ini, Pihak Pln masih melakukan investigasi terhadap robohnya lima tower tersebut, mengenai cuaca ekstrim atau tower nya di gergaji orang. Namun PLN terus berupaya memenuhi kebutuhan listrik sementara dengan melakukan pendirian tower-tower darurat. Sekitar tanggal 26 maret 2023 , jika tidak tidak kendala maka listrik dari Sumatera – Bangka akan beransur baik.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *