KABAR UTAMA

GP Anshor Bangka Silaturrahmi Kebangsaan || AKP. M. Ridwan, SH : Mengulik Jiwa Kebangsaan Ditengah Maraknya Faham Radikalisme

Seputarbabel.com, Pangkalpinang — GP Anshor Kab. Bangka melaksanakan kegiatan silaturrahmi kebangsaan pada Minggu, (10/04) pukul 13.30 Wib s.d Selesai di Rumah Dinas Karesidinan Camat Belinyu Kab. Bangka.

Camat Belinyu, Syarli Nopriansyah membuka acara silaturrahmi kebangsaan yang bertemakan “Bersama Milenial jaga NKRI Rawat Kebhinekaan” yang dilaksanakan di rumah dinas camat Belinyu, acara dihadiri oleh forkopimcam Belinyu menghadirkan narasumber dari Kanit 1 Subdit Politik Dit Intelkam Polda Kep. Babel AKP M. Ridwan, SH yang didampingi oleh IPDA AHMAD MUKHLIS, SH, SE selaku Panit. 1 Subdit Politik Dit Intelkam Polda Kep. Babel

Saya sangat mengapresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan pimpinan Cabang GP Ansor ini dan atas nama Kec Belinyu meminta maaf kegiatan ini dilaksanakan secara sederhana. Satu harapan saya kepada Pimpinan GP Ansor Kab. Bangka dengan adanya kegiatan ini yaitu berikan yang terbaik untuk Kac. Belinyu. Berbicara tentang kebhinekaan saya pastikan 8 Kec yang ada di Kab Bangka miniatur nya ada di Kec.  Belinyu. Mudah mudahan dengan diadakan diskusi ini banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari para Narasumber yang akan di sampaikan nantinya dan ilmu materi yang diberikan kepada millenial Kec Belinyu dapat bermanfaat, tegas Syarli Nopriansyah mengawali pembukaan acara tersebut.

Agus Salim selaku Ketua Pimpinan Cab GP Ansor Kab Bangka dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada camat Belinyu yang juga merupakan Kader NU yang telah memfalitasi kegiatan pada siang hari ini. Tentunya acara ini untuk membentengi para millenial kita dari faham radikalisme dan salah satu bentuk upaya GP Ansor Kab. Bangka untuk bersama mengawal NKRI dari faham radikalisme. Nantinya salah Satu program pada bulan suci ramadhan kita akan melakukan itikab cinta negeri dalam hal membicarakan tentang kebangsaan, oleh karena itu kami dari pimpinan mentipkan kepada Camat dan Kapolsek Belinyu untuk tetap bersinegritas dengan Kader GP ansorKab. Bangka dalam menjaga kebhinekaan NKRI.

Kapolsek Belinyu Kompol Noval Nanusa Gegoh, S.H., S.I.K menyampaikan dukungan dan rasa apresiasi kami terhadap dialog kebangsaan yang telah dilaksanakan GP Ansor Kab. Bangka, kegiatan ini sangat positif dilaksanakan. Terkait dengan kebhinekaan kita sangat bersyukur bisa tinggal bangsa indonesia karena kerukunan antar umat beragama sangat terjaga. Mari kita bersama sama rawat persatuan dan kesatuan bangsa dengan saling menghormati dan saling menjaga satu sama lain. Kita ambil pengalaman dan pelajaran dari Negara lain sehingga jangan sampai terjadi di Negara kita.

Ustadz H. Afrizal, SS dalam penyampaiannya menyebutkan Perlunya FKUB yang ada ditingkat  Kecamatan, karena saat ini hanya ada di Kabupaten sedangkan kejadian yang terjadi selama ini banyak terjadi di wilayah Kecamatan. Kita harus bisa membedakan antara Budaya dan Agama dalam menjaga kerukunan yang ada. Mari kita bangkitkan bahwa kita orang indonesia , untuk menolak ideologi apapun kecuali Pancasila. Kita harus menghindari eksklusif dalam sendi kehidupan beragama. Bijaklah dalam menggunakan media sosial sehingga tidak termakan berita Hoax yang dapat merusak kerukunan umat antar beragama.

Materi inti yang mengambil judul “Mengulik Jiwa Kebangsaan ditengah maraknya faham radikalisme” disampaikan oleh Kanit 1 Subdit Politik Dit Intelkam Polda Kep. Babel AKP M. Ridwan, SH yang didampingi oleh IPDA AHMAD MUKHLIS, SH, SE selaku Panit. 1 Subdit Politik Dit Intelkam Polda Kep. Babel Ditelisik dari Wikipedia faham radikalisme merupakan sebuah kelompok atau gerakan politik yang kendur dengan tujuan mencapai kemerdekaan atau pembaruan electoral yang mencakup mereka yang berusaha mencapai republikanisme, penghapusan gelar, redistribusi hak milik dan kebebasan pers, dan dihubungkan dengan perkembangan liberalisme.
Kata radikalisme ditinjau dari segi terminologis berasal dari kata dasar radix yang artinya akar (pohon). Makna kata akar (pohon), dapat diperluas kembali sehingga memiliki arti pegangan yang kuat, keyakinan, pencipta perdamaian dan ketenteraman. Kemudian kata tersebut dapat dikembangkan menjadi kata radikal, yang berarti lebih adjektif. Sehingga dapat dipahami secara kilat, bahwa orang yang berpikir radikal pasti memiliki pemahaman secara lebih detail dan mendalam, layaknya akar tadi, serta keteguhan dalam mempertahankan kepercayaannya.

Aktifitas sosial media sangat besar peranannya terhadap informasi yang begitu cepat termasuk atas informasi yang bersifat hoak. Informasi hoak sulit dibendung walaupun didalamnya penuh dengan ujaran kebencian, hasutan, propaganda anti Pemerintah dan anti Pancasila, terlebih bila hoak tersebut dibungkus dengan ajaran agama. Hoak semakin mengekskalasi dan mengikis nilai-nilai kebhinekaan dan toleransi, tambah Ridwan.

Selain dalam menjalankan perintah agama tidak bisa diartikan sekedar sebagai prosesi ritual saja bahkan lebih dari itu, dapat mempelajari tatanan cara berinteraksi tentang keseimbangan kehidupan bersama saling menghargai sehingga akan terjadi kestabilan kehidupan. Agama mengajarkan umatnya untuk mewujudkan harmonisasi dan aturan sosial sebagai bagian dari indikator kesalehan pribadi dan kesalehan sosial, termasuk dalam sikap beragama yang baik adalah dengan mentaati hukum serta peraturan sebagai bentuk kesalehan pada bernegara, sehingga cara beragama yang baik adalah yang berkomitmen mewujudkan tujuan bersyariah dengan mematuhi aturan hukum, imbuhnya.

Salah satu peran ormas melalui dapat dilakukan kegiatan seperti ini sebagai salah satu bentuk pembentengan diri dari pengaruh faham radikalisme dan seiring dengan adanya indikasi bahwa embrio radikalisme sudah menyebar masuk kedalam sel-sel pemahaman prilaku masyarakat. Faham radikalisme sudah mulai melekat pada paradigma berpikir anak-anak remaja kita utamanya di tingkat SMA yang seharusnya masih mempelajari berbagai macam ilmu, dan ideologi. Dalam penutupnya IPDA AHMAD MUKHLIS, SH, SE menambahkan mengutip kata bijak dari SYAIYIDINA ALI BIN ABI THALIB yaitu Al-haqqu bilā nidhomin qod yaglibuhu al-bāthilu bin nidhōm yang dapat diartikan  kebenaran yang tidak dimanage /dikelola /diorganisir bisa saja akan dikalahkan oleh kebathilan yang dimanage /dikelola /diorganisir.
Acara ditutup oleh Penyampaian dari Irwandi Fasha selaku Satkorwil PW GP Ansor Provinsi Babel bulan Februari yang lalu kita melaksanakan Kegiataan Rembuk Nasional Ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah islamiah GP Ansor Bangka Belitung, Kegiatan tersebut merupakan komitmen GP Ansor terhadap NKRI dan Pancasila tidak perlu dipertanyakan lagi, Tidak hanya sekadar persaudaraan semua umat Muslim, Tapi Ukhuwah Islamiyah juga merupakan persaudaraan yang dapat menunjukkan nilai-nilai keislaman yang baik, Kita harus bangga menjadi orang islam dengan budaya indonesia. Untuk kaum millenial saya berharap untuk Disaring betul betul serta jangan mudah termakan berita hoax sehingga dapat menghindari dari paham radikalisme yang menentang ideologi pancasila.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker