Bangka Belitung

Legislator Golkar Babel Hendra Apollo Dukung Aspirasi Nelayan

Pangkalpinang – aktivitas pertambangan timah yang semakin marak terjadi di wilayah perairan pesisir laut Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadi perhatian Legislator partai Golkar Babel Hendra Apollo.

seperti diketahui, kemarin, senin (05/04/2021), ratusan nelayan tradisonal melakukan aksi demonstrasi menolak aktivitas pertambangan laut ke Kantor PT Timah Tbk, Kedatangan nelayan tradisional tersebut menuntut agar PT Timah dapat menghentikan dan mencabut Surat Perintah Kerja (SPK) tambang di perairan laut yang menjadi wilayah tangkap para nelayan.

” kalau saya menurut hati nurani ke nelayan memang harus dicabut SPK. dengan adanya RZWP3K ini memang sudah melegalkan penambangan laut, tetapi penambangan laut itu tidak semua titik, ada titik nya, daerah nelayan sudah kita pisahkan, tidak dijadikan daerah penambangan dan begitu juga daerah wisata”, kata, Legislator partai Golkar Babel Hendra Apollo, yang juga wakil ketua I DPRD babel, di DPRD babel, selasa (06/04/2021).

Ditambahkannya, dengan telah ditetapkan titik -titik tersebut, namun menurut nya, lambat laun aktivitas tambang tersebut akan bergeser ke daerah nelayan untuk meningkatkan produksi.

” Boleh berproduksi tetapi jangan menggangu hajat hidup orang lain, janganlah merusak pantai kita yang indah. janganlah merusak daerah tangkapan nelayan kita”, harapnya.

Tak hanya itu, menurut nya, aktivitas pertambangan laut tersebut akan berdampak buruk terhadap daerah tangkapan nelayan, pasalnya, limbah yang dihasilkan dari aktivitas tambang laut tersebut akan mencemari dan merusak ekosistem yang ada di lingkungan laut tersebut.

“pencemaran hasil dari pertambangan dilaut itu sangat jauh, dibawa oleh gelombang, angin, sampai 6 mill. sementara daerah tangkapan nelayan itu 2-4 mill”, jelasnya.

Ia berharap, pertambangan laut yang ada di daerah toboali sadai bangka selatan jangan sampai seperti pertambangan laut yang beraktivitas di daerah batu belubang.

“sangat miris, dibatu belubang itu lumpurnya saja setengah meter, mereka mau melaut ketika air laut pasang mereka harus memakai gerobak untuk mendorong perahu ke laut. Kasihan, biaya lagi susah, jangan menyusahkan orang lainlah”, katanya.

wakil ketua DPRD Hendra Apollo berharap, agar demonstrasi yang dilakukan para nelayan agar dapat dilakukan secara tenang, tertib dan nyaman, sehingga tidak terjadi anarkis.

“kami akan kawal aspirasi mereka dan akan kami teruskan di eksekutif nanti apa-apa yang menjadi tuntutan mereka akan kami bela”, tegasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker